Jakarta, Aktual.co — Presiden Joko Widodo diimbau berinisiatif membangun komunikasi politik dengan Partai PDIP agar jalinan komunikasi dua belah pihak membaik.
Langkah Jokowi untuk membangun dan memperbaiki komunikasi politik dengan partai pengusungnya akan menegaskan tiga hal.
“Pertama, jiwa kenegarawanan yang berbasis pada karakter ideologi partai pengusung utama dalam bentuk Nawacita dan Trisakti dapat dipraktikkan dalam membangun komunikasi politik yang baik,” kata Pengamat Politik Muradi, kepada Aktual.co, Kamis (12/2).
Langkah jemput bola ini juga memperkuat pola hubungan yang selama ini tersumbat dan cenderung dimanfaatkan untuk memisahkan Jokowi dari partai politiknya.
Hal kedua, menghentikan langkah sejumlah pihak yang ingin memisahkan dirinya dari PDIP. Hal ini penting dilakukan agar konsentrasi pemerintahan tidak terganggu oleh pola hubungan antara presiden dengan partai yang dimanfaatkan sejumlah pihak.
Kemudian hal ketiga, selain membangun komunikasi politik yang intensif, upaya untuk segera menyelesaikan polemik KPK-Polri juga harus dilakukan.
“Presiden harus tetap berbasis pada konstitusi yang mengatur proses yang tengah berlangsung ini. Sebab jika tidak, maka posisi presiden juga dianggap tidak taat asas dan loyalitasnya pada negara dan juga partai akan dipertanyakan,” ujar pria yang juga Ketua Pusat Studi Politik & Keamanan Universitas Padjajaran, Bandung.
Artikel ini ditulis oleh:
















