Jakarta, Aktual.co — Partai Liberal Australia berusaha menggulingkan Tony Abbott sebagai Perdana Menteri. Kepemimpinan Abbott dipertanyakan karena kerap kali melakukan beragam kebijakan kontroversial. Puncaknya terjadi saat Abbott menyerahkan gelar ksatria Australia ke Pangeran Philip asal Kerajaan Inggris. Partai Liberal pun bergolak, dan berencana segera menggelar voting untuk menentukan nasib Abbott.

Selama ini, banyak warga Australia yang ingin terlepas dari monarki Inggris dan menjadi negara republik. Tindakan Abbott terhadap Pangeran Philip dinilai sebagai sesuatu yang bertolak belakang dengan semangat masyarakat. “Saya rasa kita harus melakukan ini (voting) dan menguji dukungan terhadap kepemimpinan saat ini,” ujar Luke Simpkins, salah satu petinggi Partai Liberal, dalam surat elektronik pada semua anggota partai, Jumat (6/2).

“Kenyataannya adalah, orang-orang sudah berhenti mendengarkan perdana menteri,” kata Simpkins pada Sky News. Kamis kemarin, Tony Abbott mengaku “sangat percaya diri” akan tetap menjadi Perdana Menteri Australia, setelah munculnya isu dirinya mungkin akan digulingkan. “Saya mengenal, memercayai dan menghormati kolega saya (di Partai Liberal). Saya tahu semua kolega saya terpilih untuk mengakhiri kekacauan di Australia, dan saya yakin mereka akan tetap berkomitmen menjalankan pekerjaannya,” ungkap Abbott.