Jakarta, Aktual.co — Yordania melancarkan serangan udara baru ke basis kelompokmilitan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Suriah, Kamis (5/2).Gempuran jet tempur itu dilancarkan sehari setelah Raja Abdullah II berjanjibalas dendam atas kematian pilot tempurnya, Letnan Moaz al-Kassasbeh, sepertiyang dikuti Tempo.co. Angkatan Bersenjata Yordania tidak menjelaskan secara terbuka mengenai targetoperasi udara yang digencarkan pada Kamis (5/2). Namun sumber Al Jazeera menuturkan Raja AbdullahII telah berbicara kepada ayah Moaz, Safi al-Kassasbeh, bahwa pesawat tempurYordania telah kembali setelah terbang dari Raqqa, basis pertahanan ISIS diSuriah.

“Jet tempur Angkatan Bersenjata Kerajaan Yordania baru saja tiba dariRaqqa setelah membombardir dan meluluhlantakkannya,” kata Safi. “Insya Allah, kita akan mengakhirikeberadaan mereka di Suriah. Kami memohon kepada Allah untuk membantumemusnahkan mereka.”

Al Jazeera juga mendapatkaninformasi dari sumber kepolisian perbatasan Irak di Provinsi Anbar, Irak barat.Sumber tersebut menyatakan pasukan Yordania telah bergerak mendekati perbatasanIrak, tak jauh dari kawasan Rowaished. Si sumber mengatakan gerakan pasukanberjumlah besar itu tidak seperti biasanya pada masa lalu. “Sepertinyapasukan tersebut mendirikan perkemahan di sana,” ujar sumber itu. Yordania telah ambil bagian dalam koalisi militer pimpinan Amerika Serikatuntuk membombardir basis pertahanan ISIS di Suriah dan Irak. Namun, hinggasekarang, jet tempur Yordania hanya melakukan serangan udara di Suriah.

Eksekusi dengan cara membakar hidup-hidup Moaz, pilot yang ditangkap milisiISIS ketika jet tempurnya, F-16, ditembak jatuh di Raqqa, Suriah, pada Desember2014, membuat marah rakyat Yordania. Aksi kejam itu juga membuat militerYordania beraksi membalas kematiannya. “Yordania bertekad membalaskematian itu,” kata koresponden Al Jazeera,Nisreeen el-Shamayleh, yang melaporkan dari Al-Karak.

Raja Abdullah II mempercepat kunjungannya di AS dan segera terbang ke Amman,Rabu, 4 Februari 2015, setelah video eksekusi Moaz beredar luas. Pada Rabu, 4Februari 2015, Yordania mengeksekusi dua warga Irak anggota jaringan Al-Qaeda,Sajida al-Rishawi dan Zaad al-Karbouli. Sajida al-Rishawi dijatuhi hukuman matioleh pengadilan Yordania lantaran terbukti terlibat dalam aksi bom bunuh diriyang menewaskan 60 orang.