Jakarta, Aktual.co — Politisi PDIP Effendi Simbolon menegaskan, Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri Sekretaris Kabinet, Andi Widjajanto adalah pengkhianat.
Sebab, kata Effendi Simbolon, kedua orang itu telah menyalahgunakan kepercayaan yang diberikan oleh Ketua Umum PDIP, Megawati.
“Itu yang saya katakan. Pengkhianat itu paling rendah harusnya seorang Rini dan Andi mendengar kata pengkhianat, harus dengan sendirinya mengundurkan diri karena anda sudah begitu rendahnya kodrat anda di mata kita,” kata Effendi di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (5/2).
Tak hanya pengkhianat, kedua orang ini juga adalah mafia. Sebagai contoh, soal penempatan modal negara untuk BUMN, meliberalkan BBM bersubsidi dan diserahkan ke mekanisme pasar, kemudian perpanjangan PT Freeport Indonesia.
“Penempatan gengnya, seperti Arie Soemarno, yang sekarang seperti mafia itu. Seperti mafioso. Ini kan gak boleh ada di dalam pemerintahan,” kata Effendi.
Bahkan, dua orang ini yang ikut memanfaatkan, menunggangi selama ini, memanfaatkan kepercayaan Bu Mega. “Memang saya pikir selama ini besar kepercayaan Bu Mega kepada mereka. Pada akhirnya mereka yang jadi brutus-brutus, ini realita,” sebut anggota Komisi I DPR RI.
PDIP sendiri, katanya, sangat solid untuk meminta Rini Soemarno dan Andi Widjajanto.
“Ini udah solid kita, kita mendukung sepenuhnya 100 persen. Kita minta Pak Presiden agar sadarlah bahwa itu bertentangan dengan ajaran dan mashab kita, aliran kita (PDIP). Pak Jokowi juga menyadari bahwa dirinya adalah kader PDIP. Saya mengatakan itu saya kan mengkritisi lingkaran presiden kalau dikepung seluruh staffnya adalah beraliran yang sangat liberal, coba lihat kebijakan-kebijakan yang sangat pragmatis. Ini akan membawa ke jurang kehancuran. Ini yang sedang kita lakukan, ya kita menyampaikan tentu dengan satu harapan Pak Presiden dengar itu,” kata dia.
Rini Soemarno dan Andi Widjajanto adalah kelompok Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) yang dikomandoi Kuntoro Mangkusubroto.
“Rini Soemarno dan semuanya (Sudirman Said, Sofyan Djalil) semuanya geng BRR . Coba BRR disuruh pertanggungjawabkan dana Rp48 triliun itu. Itu kan semua geng alirannya Kuntoro semua,” sebut Effendi.
Artikel ini ditulis oleh:
















