Jakarta, Aktual.co -PBB mengatakan militan ISIS menjual anak-anak Irak yang mereka culik sebagai budak seks, dan membunuh beberapa di antaranya, dengan disalib atau dikubur hidup-hidup. Anak laki-laki berusia di bawah 18 tahun semakin sering digunakan oleh kelompok militan tersebut sebagai pelaku bom bunuh diri, pembuat bom, informan, atau perisai manusia terhadap serangan udara yang dipimpin AS, menurut Komite PBB tentang Hak Anak, Rabu (4/2), seperti dikutip Rimanews.com.
“Kami benar-benar sangat prihatin pada penyiksaan dan pembunuhan anak-anak,” kata pakar komite, Renate Winter. “Ruang lingkup masalah ini sangat besar.” Ia menambahkan bahwa anak-anak yang menjadi korban kekejaman ISIS adalah anak-anak dari hampir semua aliran agama, termasuk Sunni, Syiah, Yazidi, dan Kristen.
PBB mengutuk “pembunuhan sistematis terhadap anak-anak oleh kelompok yang disebut ISIL (atau ISIS), termasuk beberapa kasus eksekusi massal anak laki-laki, serta laporan pemenggalan , penyaliban anak-anak, dan penguburan anak-anak secara hidup-hidup”. Sementara itu, menurut pengakuan seorang mantan tawanan ISIS, anggota kelompok militan tersebut tak pernah sekalipun ia lihat mengkaji al-Quran. Mereka bahkan dikatakan tidak memiliki Quran sama sekali.













