Jakarta, Aktual.co — Tiga tentara Prancis diserang oleh seorang lelaki ketika tengah berpatroli di depan gedung pusat komunitas Yahudi, Nice, Prancis Selatan pada Selasa (3/2) kemarin.

BBC melaporkan, Rabu (4/2), lelaki yang diketahui bernama Mali Coulibaly menyerang tiga tentara dengan menggunakan pisau. Beruntung tidak ada korban jiwa akibat penyerangan tersebut.

Setelah melakukan aksinya, tersangka langsung melarikan diri. Namun, dua orang petugas kepolisian setempat langsung melakukan pengejaran.

Alhasil, pelaku berhasil ditangkap dengan barang bukti dua belah pisau. Dua dari korban penyerangan mengalami luka ringan. Sedakan satu korban lagi menderita luka sobek di bagian tangan.

Dari hasil penyelidikan, pelaku merupakan salah satu buronan kepolisian ibukota Prancis. Dia diduga membunuh empat orang di sebuah pusat perbelanjaan khusus Yahudi yang terletak di Paris.

Pasca penyerangan terhadap sebuah kantor berita, Charlie Hebdo, pemerintah Prancis memang menghimbau warganya untuk selalu waspada.

Serangan itu mengakibatkan jatuhnya korban jiwa sebanyak 17 orang itu, membuat negara Napolen Bonaparte menjadi tidak aman.

Artikel ini ditulis oleh: