Jakarta, Aktual.co — Pertempuran antara pasukan pemerontak dan tentara pemerintah kembali pecah di wilayah timur Ukraina sejak akhir pekan lalu hingga hari ini, Senin (2/2). Baku tembak ini terjadi setelah upaya perundingan antara kedua belah pihak berakhir buntu. Pasukan pemerintah memusatkan serangan ke Kota Donestk yang merupakan basis terbesar pemberontak. Sejak Sabtu lalu, serangan roket dan artileri tanpa henti menghantam kota tersebut.
Sedangkan pasukan pemberontak secara intensif menyerang Debaltseve, sebuah kota strategis yang menjadi penghubung antara Donestk dan wilayah-wilayah lainnya. Mereka berharap taktik ini dapat menghambat pergerakan pasukan pemerintah. “Situasi terburuk ada di sekitar Debaltseve di mana para ilegal (pemberontak) terus menyerbu posisi pasukan Ukraina. Tapi kami memiliki pasukan yang cukup untuk bertahan,” kata juru bicara militer Ukraina, Andriy Lutsenko dalam sebuah jumpa pers di Kiev, seperti dikutip Reuters, Selasa (3/2).
Pihak Kiev menyampaikan bahwa lima prajurit Ukraina tewas dalam bentrokan. Sementara pihak pemberontak mengklaim setidaknya sudah 15 orang warga sipil di Kota Donetsk yang mereka kuasai tewas akibat artileri pemerintah. Untuk diketahui, perundingan damai tripatrit antara Ukraina, Rusia dan pasukan pemerontak di Minsk, Belarusia, Sabtu (31/1) lalu gagal mencapai kesepakatan. Alih-alih mengakhiri konflik yang telah menelan korban jiwa 5000 orang tersebut, hubungan pemerintah dan pemb erontak justru semakin panas setelah keduanya saling menyalahkan terkait gagalnya perundingan.

















