Jakarta, Aktual.co — Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) DKI Jakarta berpendapat SDM Indonesia harus memiliki Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
Hal ini sesuai Kepmenakertrans No. 307/ 2014 tentang Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Kategori Jasa Profesional, Ilmiah Dan Teknis Golongan Pokok Kegiatan Kantor Pusat Dan Konsultasi Manajemen Bidang Manajemen Sumberdaya Manusia.
Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) DKI Jakarta merespon positif workshop dan sosialisasi standar kompetensi kerja nasional Indonesia (SKKNI) yang diselenggarakan PT Ekalavya Prima, karena SKKNI menjadi fondasi dan tolak ukur keunggulan daya saing dalam era globalisasi terutama dalam menghadapi MEA.
“SKNNI sangat baik dan harus disosialisasikan secara nasional kepada perusahaan-perusahaan khususnya perusahaan manufaktur, karena hal itu akan menjadi fondasi dan tolak ukur keunggulan daya saing kita di era globalisasi,” kata Ketua Bidang Advokasi Apindo DKI Jakarta Asep Sutarman, Minggu (10/5).
Dengan pelatihan SKKNI ini, ia optimistis sumber daya manusia Indonesia dapat lebih kompeten dan profesional.
“Dalam memasuki era kompetisi yang lebih keras, pelatihan SKKNI sangat tepat bersamaan dengan berlakunya MEA,” ujarnya.
Sementara, fasilitator Workshop SKKNI Mirna Kurniawati berkomitmen untuk menyiapkan SDM yang siap dalam menghadapi MEA 2015.
“Saya tergugah untuk memikirkan nasib bangsa ini dalam memasuki MEA 2015. Kesiapan yang kita lakukan dibanding negara tetangga seperti Malaysia,Thailand dan Filipina masih jauh tertinggal. Untuk itulah saya ingin memberikan dan berbagi ilmu dan pengalaman dengan rekan-rekan praktisi HR melalui pelatihan yang berbasis SKKNI ini guna memberikan exposure bagi mereka untuk dapat bersiap diri berkompetisi tidak hanya dengan rekan kerjanya, tenaga kerja di Indonesia tetapi juga mampu berkompetisi dengan pekerja di negara ASEAN,” jelas Mirna.
Artikel ini ditulis oleh:

















