Jakarta, Aktual.co — Bank Sentral Rusia menurunkan suku bunga acuannya dari 17 persen menjadi 15 persen karena inflasi yang dinilai stabil oleh pemerintahnya.
Selain itu, nilai Rubel juga menurun 2 persen terhadap Dolar AS.
Perekonomian Rusia saat ini sedang dalam masa pemulihan untuk beberapa alasan, termasuk sanksi ekonomi oleh Barat akibat kericuhan di Ukraina.
Minggu ini Pemerintah Rusia mengatakan akan memperhitungkan semuanya demi mendobrak krisis ekonomi yang melanda Rusia.
Perhitungan tersebut termasuk dibidang investasi sekitar 2,34 triliun Rubel, mengikuti harga minyak dan nilai tukar Rubel yang melemah.
Sementara itu, Bank Sentra Rusia juga mengatakan suku bunga acuan memang seharusnya turun, “berdasarkan resiko dari aselerasi indeks harga konsumen dan ekonomi yang menurun,” ujar Deputi Gubernur Bank Sentra Rusia, Sergei Shvetsov seperti dilansir BBC Busieness, Minggu (1/2).
Untuk diketahui, nilai tukar Rubel terhadap Dolar AS turun sekitar 2,4, Dolar AS menguat 70 kalinya Rubel. Sedangkan nilai tukar Rubel terhadap Poundsterling melemah 3 persen.
Artikel ini ditulis oleh:















