Jakarta, Aktual.com – China melalui Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Wang Wenbin menanggapi pedas pelaksanaan pembuangan air limbah olahan dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima ke laut putaran ketiga.
“Jepang telah membuang 15.600 ton air terkontaminasi nuklir ke Samudera Pasifik, menyebarkan risiko kontaminasi secara terang-terangan dan tidak bertanggung jawab,” tegas Wang Wenbin saat menyampaikan keterangan kepada media di Beijing, China pada Kamis (2/11).
Operator PLTN Fukushima, Tokyo Electric Power Company (TEPCO), memulai putaran ketiga pembuangan air limbah olahan dengan membuang 7.800 ton air pendingin reaktor.
“Manajemen internal TEPCO bermasalah dan kebiasaan menipu masyarakat membuat kredibilitas rencana pembuangan limbah Jepang diragukan,” tambahnya.
Wang Wenbin mendesak Jepang untuk menanggapi kekhawatiran internasional, melakukan konsultasi menyeluruh dengan pemangku kepentingan, dan membuang air yang terkontaminasi nuklir dengan bertanggung jawab.
“Semakin mendesak untuk menerapkan aturan pemantauan internasional dengan partisipasi substantif dari semua pemangku kepentingan,” ungkapnya.
IAEA perlu memainkan peran, dan Jepang harus bekerja sama sepenuhnya untuk menghindari konsekuensi lanjutan akibat pembuangan limbah ke laut.
“TEPCO harus memberikan tanggapan serius terhadap keprihatinan global,” tambah Wang Wenbin.
Artikel ini ditulis oleh:
Jalil















