Jakarta, aktual.com – Syal khas Palestina, keffiyeh, sedang sangat diminati di Amerika Serikat (AS) karena semakin banyaknya dukungan terhadap Palestina. Penjualan syal ini telah melonjak sejak dimulainya perang Israel-Hamas pada 7 Oktober.
Distributor di AS mencatat peningkatan signifikan dalam penjualan, meskipun beberapa protes menyebabkan dilepaskannya paksa keffiyeh oleh pasukan keamanan. Pemakai keffiyeh juga melaporkan menjadi korban kekerasan verbal dan fisik.
“Itu seperti saklar lampu. Tiba-tiba, kami memiliki ratusan orang di situs web secara bersamaan dan membeli apapun yang mereka bisa,” kata Azar Aghayev, distributor Hirbawi di AS, yang dibuka pada 1961 dan merupakan satu-satunya produsen keffiyeh yang tersisa di Tepi Barat.
“Dalam dua hari, stok yang kami miliki habis begitu saja,” tuturnya, dilansir Reuters, Rabu (6/12/2023).
Hirbawi, yang sudah mendapatkan hak patennya, menjual syal keffiyeh secara internasional melalui situs web-nya di AS dan Jerman, juga melalui platform Amazon. Semua 40 variasi produk yang tersedia di situs AS, termasuk berbagai warna cerah dan versi hitam-putih tradisional, telah habis terjual, demikian ungkap Aghayev.
Berdasarkan data dari Jungle Scout, perusahaan analisis e-commerce, penjualan unit keffiyeh mengalami peningkatan sebanyak 75% dalam periode 56 hari antara 7 Oktober dan 2 Desember di Amazon.com, dibandingkan dengan 56 hari sebelumnya.
Pencarian untuk “syal Palestina untuk wanita” mengalami peningkatan sebesar 159% dalam tiga bulan hingga 4 Desember dibandingkan dengan tiga bulan sebelumnya. Sementara itu, pencarian untuk “syal militer”, “keffiyeh Palestina”, dan “keffiyeh” masing-masing meningkat sebanyak 333%, 75%, dan 68%.
Keffiyeh, yang dikenali dari pola jaring ikatannya, umumnya ditemukan di berbagai negara Arab, dan jejak sejarahnya dapat ditelusuri kembali hingga tahun 3100 SM. Simbol ini pertama kali mencuat sebagai lambang perlawanan Palestina selama Pemberontakan Arab melawan pemerintahan Inggris pada tahun 1936 dan kemudian menjadi ikon kepala dari Yasser Arafat, pemimpin Organisasi Pembebasan Palestina (PLO).
Walaupun Hirbawi dikenal sebagai produsen utama, produsen lain termasuk pengrajin kecil dan peniru global, seperti pembuat barang mewah Louis Vuitton, juga telah menjual versi keffiyeh mereka pada tahun 2021.
Sementara itu, para pendukung Amerika Serikat yang memberikan dukungan baik kepada Palestina maupun Israel telah mengalami ancaman dan serangan sejak dimulainya konflik di Timur Tengah. Warga Yahudi Amerika mengalami peningkatan tindakan antisemitisme, sementara Muslim Amerika menghadapi peningkatan Islamofobia.
Hazami Barmada, yang merupakan mantan pejabat PBB yang tinggal di Virginia, baru-baru ini memakai keffiyeh saat ikut serta dalam aksi protes di depan Gedung Putih dan di sekitar lingkungan Georgetown di Washington. Tujuannya adalah untuk mendukung gencatan senjata di Gaza.
Bagi Hazami, mengenakan keffiyeh memberikan perasaan seperti memiliki “kekuatan super,” karena hal itu menghubungkannya kembali dengan warisan Palestina dan memberikan ikatan simbolis dengan anak-anak di Gaza.
Artikel ini ditulis oleh:
Rizky Zulkarnain

















