Medan, Aktual.co — Anggota Dewan Pertimbangan Presiden KH Hasyim Muzadi menegaskan bahwa pemerintah bertanggungjawab melindungi masyarakat dari propaganda dan gerakan ISIS.
Caranya dengan melibatkan ulama memberikan pemahaman kepada masyarakat. Di lain pihak pemerintah juga diharapkan memberikan wawasan yang lengkap kepada ulama.
“Jadi, ulama tidak hanya memiliki ilmu tapi juga wawasan. Dengan begitu, ulama bisa memberitahukan kepada umat tentang amar makruf nahi munkar,” sebut Hasyim saat menghadiri Rakor ‘Memantapkan Sinergi Pencegahan dan Penanggulangan Pergerakan ISIS di Wilayah Sumut di Ruang MArtabe, Kantor Gubernur Sumut, Kamis (7/5).
Muzadi menambahkan, agar terhindar dari propaganda ISIS dan radikalisme lainnya, umat harus memiliki tauhid dan beribadah yang benar dengan memahami keislaman sesungguhnya serta berbuat baik.
Umat Islam Indonesia harus mampu mawas diri agar tidak menjadi objek permainan pihak asing yang ingin menghancurkan negeri ini. Karena, kekerasan yang dilakukan umat Islam akan berakibat fatal dan memberikan senjata bagi orang yang tidak suka untuk menjelek-jelekkan Islam. Selain itu, kekerasan juga akan membuat orang salah dalam memahami Islam.
Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Utama (PBNU) ini juga menilai, sejauh ini perjuangan ISIS lari dari konsep Islam. Pada kenyataannya yang mereka bunuh adalah sesama Islam. Padahal, propagandanya mereka memperjuangkan syariat Islam.
Direktur Pembinaan Kemampuan BNPT Mabes Polri Brigjen Pol Rudi Sufahriadi menyebutkan, sejauh ini sudah puluhan orang Indonesia yang mendapatkan pelatihan militer dalam gerakan ISIS, kembali ke Indonesia.
“Namun kita bisa melakukan penindakan terhadap mereka. Soalnya, tidak payung hukumnya. Tidak ada undang-undang yang mengatur itu. Sementara, untuk membuat satu undang-undang membutuhkan waktu yang lama,” katanya.
Sementara itu, Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho meminta seluruh kepala daerah membuat forum-forum pertemuan secara periodik untuk memberikan pencerahan dan masyarakat melindungi masyarakat dari propaganda dan gerakan The Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).
Menurutnya, pertemuan menangkal propaganda ISIS di kabupaten/kota melibatkan forum strategis. Seperti FKUB (forum kerukunan umat beragama), tokoh agama, masyarakat dan pemuda agar bisa membangun kebersamaan dan mewaspadai hal-hal yang tidak diinginkan sejak dini.
“Sehingga, ancaman bagi ideologi negara ini bisa secepatnya direspon,” kata Gatot.

Artikel ini ditulis oleh: