Jakarta, Aktual.co — Meskipun sudah berlaku aturan ketat mengenai bahan-bahan produk pembersih maupun alat kecantikan, tetapi masih saja ada beberapa produsen yang menerapkan bahan kimia berbahaya terhadap produknya. Kita sebagai konsumen haruslah jeli serta pintar memilih dan mengetahui bahan kimia apa saja yang berbahaya, demikian dikutip Aktual.co dari Thehealthsite, Selasa (13/1).
1. Triclosan
Ada beberapa sabun anti-bakteri yang saat ini tersedia di pasar yang berisi bahan kimia anti-mikroba yang disebut ‘Triclosan’. Hal ini juga umum ditemukan dalam pasta gigi dan deodoran. Meskipun belum ada banyak bukti ilmiah yang menunjukkan manfaat dari Triclosan yang terkandung dalam sabun melebihi sabun biasa, namun ada beberapa efek negatif yang merugikan. Bahan kimia tersebut diketahui mampu menyebabkan iritasi pada kulit dan mengganggu fungsi normal hormon reproduksi dan tiroid.
2. Formaldehida
Bahan kimia ini umumnya ditemukan di sabun khusus badan, pembersih, sampo dan kondisioner. Menurut Badan Internasional untuk Penelitian Karsinogen, zat kimia ini terkait dengan kanker, seperti kanker nasofaring dan hidung. Ada beberapa kasus alergi kulit dan bahkan hingga dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh.
3. Parabean
Zat ini telah digunakan secara luas dalam industri kosmetik dan kecantikan sebagai pengawet untuk mencegah jamur, bakteri dan ragi tumbuh dalam produk. Mereka biasanya ditemukan pada sabun badan, sampo dan pembersih lainnya. Penggunaan bahan kimia ini telah dikaitkan dengan tumor payudara pada wanita.
4. Benzoil Peroksida
Kimia ini biasanya digunakan untuk produk pengobatan jerawat. Sebagian besar produk yang mengandung bahan kimia ini seekitar 2,5 persen atau 5 persen. Hal ini dapat menyebabkan kekeringan pada kulit, dan juga menyebabkan iritasi. Bagi mereka yang memiliki kulit sensitif, efeknya dapat membakar, kulit mengelupas, gatal-gatal dan bengkak. Zat tersebut diklasifikasikan sebagai bahan kimia yang berpotensi karsinogenik.
5. D&C Yellow 11
Warna-warna yang digunakan dalam perawatan kulit serta produk kecantikan lainnya yang ditandai dengan awalan A & C yang merupakan singkatan dari “Obat dan Kosmetika”, diikuti dengan warna dan kode. Bahan kimia ini ditemukan dalam sabun dan aman hanya ketika penggunaan eksternal. Hal ini dapat sangat berbahaya jika digunakan di area sekitar mata.
6. Larutan Alkali
Salah satu bahan utama yang ditemukan di banyak sabun, diklasifikasikan sebagai bahan kimia kaustik yang memiliki potensi dalam menyebabkan banyak kerusakan pada kulit. Meskipun biasanya akan ada reaksi antara larutan alkali dengan lemak yang digunakan dalam proses pembuatan sabun untuk menghasilkan gliserin sebagai produk sampingan.
Jika proses telah diikuti secara benar, tidak akan ada Alkali yang tersedia dalam produk tersebut. Tetapi, bila Alkali hadir, zat itu mampu mengeringkan hingga membakar kulit Anda.
Artikel ini ditulis oleh:
















