Jakarta, Aktual.com – Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Sjafrie Sjamsoeddin melaksanakan kunjungan ke Masjid Soeharto di Sarajevo, di sela agenda kunjungan kerja di Bosnia dan Herzegovina, Minggu (11/1/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian pertemuan bilateral dengan Menteri Pertahanan Bosnia dan Herzegovina yang membahas penguatan kerja sama pertahanan kedua negara.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi R. mendampingi Menteri Pertahanan Republik Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin. Hal itu disampaikan melalui keterangan tertulis yang dikutip pada Senin (12/1/2026).

Masjid Soeharto, atau yang dikenal dengan nama Masjid Istiklal di Sarajevo, memiliki nilai historis yang kuat dalam hubungan Indonesia–Bosnia dan Herzegovina. Masjid ini menjadi simbol solidaritas dan komitmen kemanusiaan Indonesia terhadap rakyat Bosnia dan Herzegovina pascakonflik Balkan pada dekade 1990-an. Pembangunan masjid tersebut merupakan inisiatif Pemerintah Republik Indonesia sebagai wujud dukungan moral dan kemanusiaan bagi masyarakat Bosnia dalam masa pemulihan pascaperang.

Secara historis, Masjid Soeharto memiliki keterkaitan erat dengan peran Presiden Republik Indonesia ke-2, Soeharto, yang mendorong keterlibatan aktif Indonesia dalam diplomasi perdamaian dan solidaritas internasional. Pada masa tersebut, Indonesia secara konsisten menunjukkan komitmennya dalam mendukung penyelesaian konflik Bosnia dan Herzegovina melalui jalur diplomasi, kemanusiaan, serta kerja sama multilateral.

Melalui kunjungan ke Masjid Soeharto ini, Indonesia menegaskan keberlanjutan hubungan historis dengan Bosnia dan Herzegovina serta komitmen untuk memperkuat kemitraan strategis yang tidak hanya berfokus pada pengembangan kerja sama pertahanan, tetapi juga berkontribusi nyata dalam menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi