Jakarta, aktual.com – Anggota Amirul Hajj Perempuan 2023–2024, Alissa Qotrunnada Wahid, mengingatkan para petugas haji agar memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah lanjut usia (lansia). Hal ini sejalan dengan tema penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 H/2026 M yang mengusung konsep haji ramah perempuan dan lansia.
Menurut Alissa, panjangnya antrean haji di Indonesia membuat jumlah jemaah lansia semakin besar. Setelah menabung dan mendaftar, calon jemaah harus menunggu bertahun-tahun hingga akhirnya mendapat giliran berangkat. Kondisi tersebut, kata dia, menjadi konsekuensi yang harus diterima negara sebagai penyelenggara haji.
“Kalau lansia baru bisa mendapatkan gilirannya saat ini, ya memang kita harus menerima konsekuensi itu. Mau tidak mau, pemerintah yang harus menyesuaikan pelayanannya, bukan lansianya yang kemudian kita pinggirkan,” ujar Alissa usai mengisi materi dalam pendidikan dan pelatihan (diklat) Petugas Haji 1447 H/2026 M di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Selasa (20/1/2026).
Direktur Nasional Jaringan Gusdurian itu menegaskan, negara memiliki tanggung jawab besar untuk memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah haji. Sebab, jemaah telah menunaikan kewajibannya dengan membayar biaya haji, sementara negara berperan sebagai otoritas penyelenggara.
“Negara berutang pelayanan yang terbaik kepada para jemaah, khususnya lansia,” tegasnya.
Alissa berharap tidak ada penurunan standar pelayanan haji pada tahun ini. Bahkan, ia mendorong agar kualitas layanan justru ditingkatkan, terutama bagi jemaah perempuan dan lansia. Menurutnya, petugas haji harus siap menghadapi berbagai dinamika jemaah lansia, mulai dari yang belum pernah naik pesawat, kurang akrab dengan teknologi, hingga memiliki keterbatasan dalam aktivitas sehari-hari.
“Petugas harus lebih sabar, lebih awas, lebih proaktif, dan mengedepankan empati,” katanya.
Ia menambahkan, tugas negara adalah memastikan para lansia tetap dapat menjalankan ibadah haji dengan baik dan khusyuk, sehingga meraih haji yang mabrur. Untuk itu, para petugas diminta melayani jemaah dengan penuh suka cita dan keikhlasan.
“Menjalankan ibadah haji adalah puncak dari kehidupan setiap muslim. Karena itu, marilah kita memberikan layanan yang terbaik kepada jamaah haji dari Indonesia, terutama untuk lansia, karena barangkali ini adalah perjalanan terakhir mereka,” ujar Alissa.
Dalam kesempatan itu, Alissa juga mengimbau agar para petugas haji selalu mengenakan seragam selama berada di Arab Saudi. Menurutnya, kehadiran petugas yang mudah dikenali akan memberikan rasa aman kepada jemaah.
“Jemaah akan merasa sangat aman kalau tahu ada petugas di dekatnya. Ketika merasa aman, mereka tidak akan panik dan tidak merasa melakukan semuanya sendiri,” katanya.
Sebagai Amirul Hajj perempuan pertama di Indonesia, Alissa menekankan pentingnya membangun rasa aman, nyaman, dan percaya diri bagi jemaah, khususnya perempuan dan lansia, agar dapat beribadah dengan lebih tenang dan khusyuk.
Artikel ini ditulis oleh:
Tino Oktaviano
















