Jakarta, aktual.com – Anggota Komisi VIII DPR RI Muhamad Abdul Azis Sefudin meminta Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) mengantisipasi dampak ketidakpastian ekonomi global terhadap pembiayaan penyelenggaraan ibadah haji Indonesia, khususnya akibat fluktuasi nilai tukar rupiah.
Menurut dia, dinamika geopolitik global seperti penangkapan Presiden Venezuela oleh Amerika Serikat, perang Rusia-Ukraina yang belum usai, serta persoalan di wilayah Greenland turut berdampak pada stabilitas ekonomi nasional.
“Adanya kondisi geopolitik yang panas di belahan dunia lainnya tentunya kondisi ini juga harus diantisipasi karena berpengaruh terhadap kondisi ketidakpastian nilai tukar rupiah terhadap dolar AS,” kata Azis dalam keterangannya di Jakarta, Senin (26/1).
Menurut dia, fluktuasi nilai tukar rupiah berpengaruh terhadap penyelenggaraan ibadah haji karena pembayaran haji menggunakan tiga mata uang yang terdampak apabila terjadi ketidakpastian ekonomi global.
“Nilai tukar rupiah hari ini sudah mendekati Rp17.000 per dolar AS. Ini sangat berpengaruh karena penyelenggaraan haji menggunakan pembayaran dengan tiga mata uang: rupiah, SAR dan dolar,” ujar legislator dari Fraksi PDI Perjuangan itu.
Menurut Anggota DPR RI Dapil Jawa Barat III Kabupaten Cianjur–Kota Bogor tersebut, pemerintah perlu menyiapkan mitigasi untuk menjaga stabilitas pembiayaan agar pelemahan rupiah tidak menjadi beban tambahan bagi jamaah haji.
“Nah bagaimana mitigasi kita untuk menjaga nilai rupiah dan tidak beban bagi jamaah kita,” ujarnya.
Artikel ini ditulis oleh:
Rizky Zulkarnain

















