Malang, Aktual.co —Pendukung ISIS yang mengancam Panglima TNI, Polisi dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) melalui video di youtube ternyata dikenal pernah tinggal di Malang, Jawa Timur.
Pria yang diketahui bernama Salim itu diduga adalah otak yang mengajak sejumlah warga Malang turut berjihad bergabung bersama ISIS di Suriah.
“Saya pernah dengar namanya tapi tak mengenal secara baik,” kata Ketua Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Malang, Hasan Abadi, di Malang, Jawa Timur, Jum’at (26/12).
Menanggapi ‘tantangan’ dari ISIS seperti yang disampaikan di dalam video berdurasi empat menit itu, Hasan berpendapat muslim yang membela ISIS berarti setuju dengan kekerasan. Dengan begitu tak boleh hidup di bumi Indonesia.
Karena menurutnya paham seperti ISIS dapat menghancurkan keutuhan NKRI. “Negara harus tegas. Ansor siap melawan anasir yang berusaha merontokkan NKRI,” paparnya.
Tiap pemberontakan yang berusaha menghancurkan NKRI, ditegaskannya, harus diperangi.
Kata dia, Ansor di Kabupaten Malang yang berkekuatan 16 ribu personil dan 24 ribu simpatisan, siap membela keutuhan NKRI. “Siapapun yang memusuhi NKRI berarti bughat atau penberontak. Ansor siap mati demi Islam rahmatan lil alamin, demi NKRI, demi kedamaian,” kata dia.
Dikenalnya sosok di video youtube itu, ikut menuai komentar Sekretaris PCNU Kota Malang, Mahmudi. Dia mengaku sempat mendengar kiprah Salim yang di tiap pengajian selalu mengajak jihad. Bahkan, kata Mahmudi, kiprah Salim sempat menimbulkan gesekan. Lantaran menganggap Islam yang tak sesuai dengan kelompok atau pahamnya sebagai musuh.
“Pengajian mereka disiarkan juga di radio komunitas yang meresahkan warga Malang,” katanya.
Seperti diketahui, video berisi tantangan berperang dengan TNI, Polri dan Banser dari salah satu anggota ISIS bernama Salim tersebar di dunia maya. Video yang diunggah di Youtube satu hari lalu dengan nama akun Al-faqir ibnu faqir ini berisi tantangan dari ISIS terhadap para anggota keamanan di Indonesia.
Pada awal kalimatnya, Salim langsung menyebut nama Panglima TNI Moeldoko disertai dengan tantangan perang terhadap TNI, Polri dan Banser.
“Kami menunggu kedatangan kalian, kami dengar kalian akan bantu pasukan koalisi untuk melenyapkan daulah Islamiyah, kami senang mendengarnya, karena pertemuan kami dan kalian disegerakan oleh Allah,” papar Salim dalam video tersebut.
Salim juga mengancam akan kembali ke Indonesia untuk melawan para aparat keamanan dan menegakkan syariat Islam di Bumi Pertiwi.
“Penegakan syariat Allah yang pertama kali kami lakukan adalah dengan membantai Tentara, Banser dan Polisi yang mana hari ini telah menyombongkan diri di hadapan Allah,” ujar dia dalam video.
Selebihnya, Salim menukil beberapa ayat Al-Qur’an sembari menantang ketiga kelompok tersebut untuk berperang dengan ISIS.
“Kalian sering sebut Pancasila Sakti, namun bagi kami tidak ada yang lebih sakti selain Allah,” paparnya.
Video ancaman terhadap pihak keamanan di Indonesia ini setidaknya sudah ditonton oleh puluhan ribu pengguna youtube sejak diunggah satu hari lalu.
Artikel ini ditulis oleh:












