Jakarta, aktual.com – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menggelar latihan militer di kawasan pantai selatan Iran yang berbatasan dengan Teluk Persia, di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat yang sebelumnya melontarkan ancaman serangan.

“Latihan gabungan 1404 (2026) Pasukan Darat IRGC telah dimulai,” lapor televisi pemerintah Iran, merujuk pada tahun ini dalam kalender Iran dan Gregorian.

Latihan tersebut dipusatkan di wilayah pesisir selatan, namun manuver serupa juga dilaporkan berlangsung di sejumlah kawasan lain di dalam negeri. Operasi ini melibatkan berbagai alutsista, mulai dari drone, kapal perang, kendaraan amfibi, rudal darat-ke-laut, roket, hingga artileri berat.

“Langkah-langkah yang sangat baik telah dirancang di berbagai sektor, termasuk rudal, artileri, drone, pasukan khusus, kendaraan lapis baja, dan kendaraan pengangkut personel lapis baja,” kata Mohammad Karami, komandan pasukan darat IRGC, kepada televisi pemerintah.

Ia mengatakan latihan militer tersebut dilakukan “berdasarkan ancaman yang ada,” tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.

Manuver ini berlangsung setelah Washington dan Teheran menyelesaikan dua putaran dialog yang dimediasi Oman guna membahas isu program nuklir Iran. Putaran lanjutan dijadwalkan berlangsung pada Kamis (26/2).

Pemerintah AS berulang kali mendesak Iran menghentikan pengayaan uranium serta membatasi program rudal balistik dan dukungan terhadap kelompok militan di kawasan. Tuntutan tersebut konsisten ditolak oleh Teheran.

Negara-negara Barat menuding Iran berupaya mengembangkan senjata nuklir, tuduhan yang dibantah pemerintah Iran. Teheran menegaskan program nuklirnya ditujukan untuk kepentingan sipil dan damai.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya meningkatkan tekanan diplomatik dan militer terhadap Iran, termasuk dengan pengerahan kekuatan angkatan laut tambahan ke kawasan Timur Tengah serta ancaman serangan apabila kesepakatan tidak tercapai.

Sepekan sebelumnya, angkatan laut Iran juga menggelar latihan militer di kawasan Teluk dan sekitar Selat Hormuz sebagai bagian dari kesiapsiagaan pertahanan mereka.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain