Jakarta, Aktual.com – Trainer & Financial Planner, Ust. Luthfi CPC, menegaskan antrean haji di Indonesia yang mencapai sekitar 26 tahun harus disikapi dengan perencanaan sejak dini. Menurutnya, generasi muda perlu menentukan titik berangkat agar bisa menunaikan ibadah saat kondisi fisik masih prima.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Bukber & Bincang Santai Ramadan 1447 H yang digelar Aktual.com di Zawiyah Arraudhah, Selasa (3/3/2026). Di hadapan peserta, ia mengajak kalangan remaja mulai menghitung potensi usia keberangkatan bila mendaftar lebih awal.

Luthfi menjelaskan, apabila seseorang mendaftar pada usia 13 tahun, maka 26 tahun kemudian ia baru berusia sekitar 39 tahun. Usia itu, kata dia, masih tergolong kuat untuk menjalani rangkaian ibadah haji yang menuntut kesiapan fisik.

“Bahkan Malaysia sampai ratusan tahun itu kayaknya haji dia di dalam barisan gitu. Kita beruntung, 26 tahun itu berarti masih dan itu masih memberi ruang bagi anak muda untuk merencanakan keberangkatan secara matang,” ujar Luthfi.

Menurutnya, persoalan utama bukan sekadar panjangnya antrean, melainkan ketiadaan target waktu dari calon jemaah. Banyak orang ingin berhaji, namun tidak pernah menetapkan kapan harus mulai mendaftar dan menyiapkan setoran awal.

Dalam penjelasannya, perencana keuangan tersebut mengibaratkan rencana haji seperti perjalanan yang membutuhkan tujuan jelas. “Kalau kita tidak pernah tentukan titiknya, sampai kiamat pun kita tidak pernah sampai tujuan yang kita inginkan,” katanya, menekankan pentingnya kepastian waktu pendaftaran.

Selain perencanaan finansial, ia juga mengingatkan pentingnya kesiapan fisik dan niat yang lurus. Berangkat pada usia lebih muda dinilai memberikan keuntungan karena stamina relatif lebih terjaga dibanding ketika usia sudah melewati 40 tahun.

Dalam hal ini Luthfi mengajak generasi muda tidak sekadar menyimpan keinginan untuk berhaji. “Tentukan titiknya kapan mau daftarnya, terserah lo mau kapan daftarnya. Tentukan dulu niatnya, bismillah, perbaiki niat kita untuk beribadah,” tutur dia.

(Nur Aida Nasution)

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain