Jakarta, aktual.com – Momentum Idul Fitri yang identik dengan pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) kembali dinilai memberi dampak terhadap likuiditas perbankan, terutama pada penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) dan tabungan masyarakat. Kondisi ini tercermin dari kinerja industri perbankan yang menunjukkan penguatan sejak awal tahun.
“Momentum Idul Fitri yang identik dengan pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) umumnya memberikan dorongan musiman terhadap likuiditas perbankan, khususnya pada Dana Pihak Ketiga (DPK) dan komponen tabungan,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dian Ediana Rae, di Jakarta, Sabtu (25/4/2026).
Ia menjelaskan, hingga Februari 2026 kinerja DPK perbankan mencatat pertumbuhan 13,86 persen secara tahunan, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 5,75 persen.
Sementara itu, komponen tabungan juga tumbuh 8,12 persen secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan Februari 2025 yang mencapai 7,21 persen.
“Lebih lanjut, pemberian THR kepada anak pada momen lebaran juga menjadi peluang untuk mendorong budaya menabung sejak dini,” ujar Dian Ediana Rae.
Per Februari 2026, jumlah rekening pelajar tercatat mencapai 59,03 juta dengan total nominal Rp30,31 triliun. Jumlah tersebut meningkat sebanyak 1.040.035 rekening atau 1,79 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Tren ini dinilai menunjukkan adanya peningkatan inklusi keuangan di kalangan pelajar.
Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) yang dijalankan bersama kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah turut berkontribusi terhadap pertumbuhan tersebut.
Hingga saat ini, tabungan pelajar menyumbang 0,97 persen terhadap total dana tabungan perbankan yang mencapai Rp3.115,62 triliun.
“Di sisi lain, OJK juga memandang tren penghimpunan DPK tetap berada dalam jalur pertumbuhan yang positif, meskipun dengan laju yang lebih moderat seiring dengan proses normalisasi setelah akselerasi pada periode sebelumnya,” kata Dian Ediana Rae.
Menurut dia, dinamika tersebut juga dipengaruhi oleh meningkatnya alternatif penempatan dana masyarakat pada instrumen investasi lain di tengah tren penurunan suku bunga perbankan. Meski demikian, struktur DPK dinilai tetap terjaga secara sehat dan seimbang.
Dengan kondisi tersebut, perbankan disebut masih memiliki ruang yang memadai untuk menjaga likuiditas sekaligus mendukung fungsi intermediasi secara berkelanjutan.
OJK juga akan terus mendorong peningkatan jumlah rekening dan nominal tabungan, baik untuk pelajar maupun secara keseluruhan.
Ke depan, pertumbuhan tabungan pelajar dan DPK diperkirakan tetap meningkat hingga akhir 2026, didukung oleh stabilitas sektor jasa keuangan serta pertumbuhan ekonomi nasional.
Artikel ini ditulis oleh:
Eroby Jawi Fahmi















