Tim Gabungan Kepolisian Sektor (Polsek) Matawai La Pawu bersama Direktorat Kehutanan, Petugas Taman Nasional (TN) dan Aparat Desa. Aktual/BUDIAN ALQADRIE

Sumba, aktual.com – Tim Gabungan Kepolisian Sektor (Polsek) Matawai La Pawu bersama Direktorat Kehutanan, Petugas Taman Nasional (TN) dan Aparat Desa perketat penambangan emas ilegal di kawasan TN Lai Wanggi Wanggameti di Sumba Timur.

Selain memperketat pengawasan dan penertiban, Tim Gakum juga melakukan patroli di kawasan tersebut karena diduga adanya aktivitas penambangan emas ilegal yang dilakukan oleh oknum warga.

Kapolsek Matawai La Pawu Ipda Abubakar Sola Masriki Minggu (17/5/2026) menjelaskan, pihaknya sebagai penegak hukum bersama tim gabungan dalam memperketat pengawasan kegiatan tambang ilegal di kawasan TN Lai Wanggi Wanggameti merupakan bentuk komitmen bersama dalam memberantas aktivitas tambang yang merusak lingkungan.

“Jadi dalam memperketat pengawasan kami juga melakukan imbauan maupun sosialisasi serta sambang Desa dengan cara berdialog langsung dengan masyarakat dan juga memasang spanduk dan police line disejumlah titik strategis,”ungkapnya.

Menurut Ipda Masriki, langkah ini bertujuan untuk mencegah praktik penambangan liar yang dinilai berpotensi merusak lingkungan dan mengancam kelestarian sumber daya alam yang ada di kawasan.

Adapun tambah dia, dalam berdialog dengan warga, pihaknya menegaskan dampak negatif penambangan emas ilegal terutama terhadap aliran sungai dan kawasan taman nasional.

“Tentu aktivitas tersebut tidak hanya melanggar hukum saja tetapi juga menimbulkan kerusakan lingkungan jangka panjang,”tandas Ipda Masriki.

Ia mengatakan, kegiatan tim gabungan dalam memperketat pengawasan hingga bertemu dan berdialog dengan masyarakat agar memahami risiko dan konsekuensi hukum dari penambangan ilegal.
“Kami menghimbau seluruh warga menghentikan aktivitas penambangan emas di sungai maupun kawasan taman nasional demi menjaga kelestarian alam. Kami juga akan terus melakukan sosialisasi sebagai langkah preventif melalui pendekatan persuasif dan kolaboratif,”terangnya.

Budian Alqadrie