Jakarta, Aktual.comIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan sepanjang awal 2026 meski nilai transaksi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) tetap tinggi hingga mencapai rata-rata Rp29 triliun per hari. Kondisi tersebut menunjukkan aktivitas perdagangan di pasar saham domestik masih cukup kuat di tengah volatilitas indeks.

Economic Analyst BEI, Anita Kesia Zonebia, mengatakan tingginya nilai transaksi mencerminkan minat investor terhadap pasar saham Indonesia masih terjaga.

“Meskipun indeks kita mengalami volatilitas dan penurunan, aktivitas perdagangan di pasar saham Indonesia masih cukup tinggi dengan rata-rata nilai transaksi harian sekitar Rp29 triliun,” ujarnya dalam pemaparan market update kepada wartawan, Kamis (12/3/2026).

Menurut dia, tingginya likuiditas pasar juga didukung oleh pertumbuhan jumlah investor domestik dalam beberapa tahun terakhir. Basis investor lokal yang semakin besar dinilai dapat menjadi penopang pasar ketika terjadi tekanan dari sentimen eksternal.

Di sisi lain, IHSG sebelumnya sempat mencatatkan rekor tertinggi pada awal tahun sebelum akhirnya mengalami koreksi.

“IHSG sempat mencapai all-time high di level 9.134 pada 20 Januari 2026 sebelum kemudian mengalami penurunan hingga berada di kisaran 7.500-an pada awal Maret,” kata Anita.

Koreksi tersebut mulai terlihat setelah pengumuman penundaan rebalancing saham Indonesia oleh MSCI pada akhir Januari. Kebijakan itu memicu aksi jual investor asing sehingga memberi tekanan pada pergerakan indeks domestik.

Selain faktor tersebut, tekanan terhadap pasar saham juga dipengaruhi meningkatnya ketegangan geopolitik global, terutama konflik di Timur Tengah. Kondisi ini, menurut Anita, turut memicu kekhawatiran terhadap kenaikan harga komoditas dan dampaknya terhadap inflasi global.

“Ketegangan geopolitik ini sebenarnya bukan hal baru, tetapi kenaikan tensinya kali ini cukup besar sehingga berdampak pada pergerakan indeks di banyak bursa global, termasuk Indonesia,” jelasnya.

Sementara itu, berdasarkan pantauan Aktual.com hingga pukul 17.00 WIB, IHSG ditutup melemah pada perdagangan Kamis (12/3/2026) dengan penurunan 27,28 poin atau 0,37 persen ke level 7.362,1. Data BEI mencatat nilai transaksi mencapai Rp12,04 triliun dengan volume perdagangan 22,8 miliar saham dan frekuensi sekitar 1,5 juta kali transaksi.

(Nur Aida Nasution)

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi