Jakarta, Aktual.com – Menjelang mudik Lebaran 2026, pemilik kendaraan diimbau memeriksa kondisi rem mobil dan sepeda motor secara menyeluruh. Pemeriksaan ini krusial untuk keselamatan pengendara dan penumpang, terutama bagi mereka yang menempuh perjalanan jauh dan membawa muatan penuh.

Hariadi, Asisten Kepala Layanan Departemen Purnajual PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), menekankan, “Performa rem yang optimal diperlukan, terutama ketika mobil membawa beban penuh. Pemilik kendaraan harus memeriksa kendaraan secara menyeluruh agar pengereman tetap responsif di berbagai kondisi jalan.”

Pemeriksaan kampas rem menjadi langkah pertama. Ketebalan kampas harus di atas batas minimal, dan permukaan piringan cakram rata, bebas gejala warped yang dapat menimbulkan getaran pada setir. Rem tromol belakang juga wajib diperiksa, termasuk penyetelan sepatu rem agar rem tangan tetap pakem saat berhenti di tanjakan curam. Piston kaliper disarankan dilumasi agar bergerak bebas.

Selanjutnya, minyak rem harus sesuai spesifikasi pabrikan. Karena bersifat higroskopis, minyak rem dapat menyerap uap air yang menurunkan titik didih dan berisiko memicu korosi. Hariadi menambahkan, “Lakukan bleeding rem agar udara yang terperangkap hilang sehingga tekanan booster dan master rem tetap prima. Periksa selang fleksibel agar tidak bocor atau retak.”

Pengendara juga dianjurkan menguasai teknik pengereman yang tepat. Jalur menanjak dan menurun berisiko menimbulkan brake fade akibat panas berlebih. Kombinasikan pengereman dengan engine brake untuk mengurangi beban piringan dan kampas rem. Bagi mobil modern, fitur ABS, EBD, dan brake assist membantu distribusi gaya pengereman elektronik, terutama saat kendaraan penuh muatan penumpang dan barang.

Hariadi menambahkan, “Jika lampu peringatan rem atau simbol ABS menyala, segera bawa kendaraan ke bengkel resmi agar teknisi memastikan sistem komputerisasi rem bekerja optimal.”

Dengan pengecekan rem yang menyeluruh, pemudik dapat menempuh perjalanan Lebaran lebih aman dan nyaman, sekaligus mengurangi risiko kecelakaan di jalan raya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi