Tokyo, aktual.com – Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi mengatakan Jepang akan bekerja sama dengan AS dan negara lain untuk memastikan navigasi yang aman di Selat Hormuz.
Hal itu disampaikan Motegi dalam pembicaraan melalui telepon dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada Senin (16/3) di tengah perang yang berlangsung di Timur Tengah, menurut Kementerian Luar Negeri Jepang.
Pembicaraan tersebut dilakukan setelah Presiden AS Donald Trump mendesak negara-negara lewat media sosial untuk mengirim kapal perang guna menjaga keamanan Selat Hormuz, tetapi permintaan itu tidak disampaikan dalam pembicaraan kedua menteri, kata sumber kementerian.
Rubio menjelaskan kepada Motegi mengenai sikap dan upaya AS terkait konflik tersebut, dan keduanya sepakat menjaga komunikasi erat mengenai situasi di Timur Tengah, menurut kementerian.
Keduanya juga menegaskan akan bekerja sama menjelang pertemuan Trump dengan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi di Washington, yang diperkirakan berlangsung pada Kamis.
Perang yang memasuki pekan ketiga membuat Iran secara efektif menutup Selat Hormuz, jalur sempit yang dilalui sekitar 20 persen minyak dan gas alam cair dunia, sebagai respons atas serangan AS dan Israel sejak akhir bulan lalu.
Lebih dari 90 persen impor minyak mentah Jepang berasal dari Timur Tengah, yang sebagian besar melewati selat tersebut.
Bagi Jepang, pengiriman aset dan personel Pasukan Bela Diri (SDF) ke wilayah luar negeri yang berpotensi terlibat dalam pertempuran menjadi isu sensitif karena konstitusinya melarang perang.
Tokyo bisa memerintahkan kapal SDF mengawal kapal yang terkait dengan Jepang dalam operasi keamanan maritim yang mengizinkan penggunaan senjata secara terbatas.
Motegi juga berbicara melalui telepon secara terpisah dengan para mitranya — Pangeran Faisal bin Farhan Al-Saud dari Arab Saudi dan Sheikh Abdullah bin Zayed Al Nahyan dari Uni Emirat Arab — dan menegaskan kerja sama untuk meredakan situasi.
Mereka juga membahas upaya memastikan pasokan minyak mentah yang stabil dan keselamatan warga Jepang di kawasan tersebut, menurut kementerian.
Artikel ini ditulis oleh:
Rizky Zulkarnain

















