Jakarta, Aktual.com – Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan, memperingatkan pemerintah agar mengantisipasi dampak perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel, yang dinilai berisiko mengganggu pasokan bahan baku pupuk serta mendorong kenaikan harga pangan di Indonesia.
Menurut Daniel, konflik di kawasan Timur Tengah berpotensi mengganggu produksi pangan global secara signifikan karena terganggunya pasokan pupuk, yang selama ini bergantung pada bahan baku dari wilayah tersebut.
“Perang di Timur Tengah akan sangat berdampak pada produksi pangan dunia. Salah satu yang paling terasa adalah terganggunya pasokan pupuk,” ujar Daniel dalam keterangan tertulis, Rabu (18/3/2026).
Risiko ini sejalan dengan laporan internasional bahwa konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel telah menghambat aliran perdagangan pupuk global yang melalui Selat Hormuz — jalur strategis yang mengangkut sebagian besar perdagangan pupuk dan bahan bakunya. Gangguan tersebut telah memicu lonjakan harga pupuk seperti urea dan bahan lain yang penting untuk pertanian dunia.
Kondisi ini berpotensi merembet pada produksi pangan karena pupuk nitrogen, urea, dan anhidrat amonia merupakan komponen vital untuk peningkatan hasil panen. Dengan gangguan pasokan, para analis internasional memperkirakan harga pupuk akan tetap tinggi dan pasokan bisa berkurang — terutama jika konflik berlanjut.
Selain pasokan pupuk, konflik juga diperkirakan memengaruhi harga energi global. Lonjakan harga minyak dan diesel akibat gangguan pengiriman energi dari kawasan itu akan meningkatkan biaya produksi pertanian dan distribusi logistik pangan. Hal ini berisiko menekan stabilitas harga bahan pokok di dalam negeri.
“Kenaikan harga minyak akan meningkatkan biaya produksi dan distribusi pangan. Ini akan berdampak pada kenaikan harga pangan secara keseluruhan,” tambah Daniel.
Daniel meminta pemerintah segera merumuskan langkah antisipatif untuk mengurangi dampak konflik geopolitik ini terhadap harga pangan domestik. Ia menekankan pentingnya penguatan ketahanan pangan nasional melalui diversifikasi sumber pangan, pengoptimalan produksi dalam negeri, serta pengamanan pasokan pupuk dan energi.
“Pemerintah harus melakukan berbagai langkah strategis agar dampak ini tidak memberatkan masyarakat. Stabilitas harga pangan harus dijaga,” tegasnya.
Artikel ini ditulis oleh:
Eka Permadhi

















