Zionis Israel sudah 16 hari menutup kompleks Masjid al-Aqsa di Yerusalem, Paletisna. Penutupan itu masih berlanjut dengan mencegat masuk jamaah Muslim Palestina untuk beribadah di situs suci tersebut. Otoritas kolonial Israel bahkan mengubah Kota Tua Yerusalem menjadi barak militer di kompleks Masjid Al-Aqsa.

Jakarta, aktual.com – Zionis Israel terus melarang umat Muslim melaksanakan shalat Jumat di Masjid Al-Aqsa, situs suci ketiga umat Muslim, untuk pekan keempat berturut-turut. Kawasan tersebut tetap ditutup sejak akhir Februari 2026 di bawah kebijakan darurat terkait perang dengan Iran.

Polisi Zionis Israel menutup gerbang masjid dan mengerahkan pasukan di seluruh Kota Tua Yerusalem untuk mencegah jamaah memasuki kompleks.

Penutupan dilakukan setelah serbuan gabungan Amerika Serikat (AS)- Zionis Israel terhadap Iran, dengan alasan arahan Komando Front Dalam Negeri melarang adanya kerumunan besar.

Sejak saat itu, ibadah di masjid hanya dibatasi untuk penjaga dan anggota Waqf Islam yang mengelola situs tersebut.

Zionis Israel juga menutup Gereja Makam Kudus, salah satu situs suci terpenting bagi umat Kristen.
Sejumlah saksi kepada Anadolu menyatakan polisi mencegah warga Palestina melaksanakan ibadah di jalan-jalan dekat tembok Kota Tua, termasuk di Jalan Salah al-Din (Salahuddin).

Seruan sempat beredar di Yerusalem agar umat beribadah sedekat mungkin dengan Al-Aqsa akibat penutupan tersebut. Namun, warga Palestina memilih melaksanakan shalat di masjid-masjid kecil di seluruh kota.

Sebelumnya pada Rabu (25/3), Zionis Israel memperpanjang status darurat hingga pertengahan April, meskipun belum jelas apakah penutupan masjid akan berlangsung hingga waktu tersebut.

Zionis Israel juga melarang pelaksanaan shalat Idul Fitri di lokasi tersebut tahun ini, yang merupakan pertama kalinya sejak Israel menduduki Yerusalem Timur pada 1967.

Namun demikian, warga Palestina pada Jumat menyerukan umat Muslim untuk berkumpul di Kota Tua untuk melaksanakan shalat Idul Fitri sedekat mungkin dengan Al-Aqsa yang menjadi penanda berakhirnya bulan puasa Ramadhan.

Polisi Zionis Israel dilaporkan menggunakan pentungan, granat kejut dan gas air mata terhadap warga Palestina yang melaksanakan shalat di luar tembok Kota Tua, sebagai bentuk protes atas penutupan Al-Aqsa selama Ramadhan.

Yerusalem Timur yang diduduki memasuki masa hari raya dalam suasana muram, serta kawasan Kota Tua yang biasanya dipadati warga Palestina menjelang Idul Fitri tampak sepi, menyerupai kota mati.

Zionis Israel menutup Al-Aqsa setelah dimulainya perang dengan Iran pada 28 Februari dengan alasan keamanan, sementara Iran melancarkan serangan balasan berupa rudal dan drone yang menargetkan Israel serta kepentingan AS di kawasan sebagai bentuk pertahanan diri.

Meski mendapat kecaman dari negara-negara Arab dan Muslim, Zionis Israel belum membuka kembali masjid. Sejumlah jamaah di Yerusalem Timur menilai penutupan tersebut tidak berdasar dan bermotif politik.

Artikel ini ditulis oleh:

Eroby Jawi Fahmi