Guru Besar Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Saiful Mujani
Guru Besar Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Saiful Mujani

Jakarta, aktual.com – Beberapa hari ini jagat sosmed dihebohkan dengan potongan video Saiful Mujani yang bicara soal menjatuhkan Prabowo sebagai Presiden. Video yang diambil dari acara “Halal bihalal Pengamat” ini tak pelak mendapatkan respon balik dari sejumlah kalangan.

Menanggapi hal tersebut, Pengamat Politik dan CEO Point Indonesia Karel Susetyo menyatakan bahwa apa yang keluar dari mulut Saiful adalah ekspresi dari frustasi politik dirinya. Saiful diketahui memang sejak lama tidak menyukai Prabowo. Dan ketika Prabowo pada akhirnya menjadi Presiden RI, Saiful seperti tidak siap menghadapi kenyataan tersebut. Jadi ini hanya bentuk ekspresi frustasi politik yang tidak tersalurkan.

Karel menilai, Saiful tak seharusnya mengeluarkan pernyataan tersebut. Apalagi Saiful pernah berkuliah di AS, yang terkenal menjadi kiblat demokrasi dunia. “Apa iya upaya menjatuhkan presiden yang sah dan terpilih secara demokratis bisa dijatuhkan di tengah jalan, dengan cara makar? Saya rasa pasti tak ada ilmu itu dari buku teks yang dipelajari Saiful di AS sana.”

Kalau Saiful sebagai akademisi menjadi partisan dalam Pilpres kemarin, itu hak dia. Tapi dia hrs bisa menerima kenyataan kalau capres yang dia dukung kalah, dan Prabowo adalah pemenang nya. Kalo dia memegang teguh prinsip demokrasi, boleh saja dia berkampanye untuk capres yang lain di pilpres 2029 nanti, lanjut Karel.

Atas dasar apa Presiden Prabowo bisa dijatuhkan di tengah jalan? Apakah Presiden sudah melanggar konstitusi atau menjadi otoriter? Kan tidak ada itu semua dilakukan Prabowo. Bahkan Presiden saat ini sedang bekerja untuk mewujudkan beragam janji kampanye nya, seperti MBG, Sekolah Rakyat, dll. Bahwa kemudian program tersebut masih ada kekurangan disana sini, maka hal tersebut adalah wajar. Dan Presiden tidak menutup ruang dialog yang terbuka untuk adanya kritik, saran dan masukan dari publik luas.

Karel menutup dengan, “Saiful tak mungkin mampu mengajak rakyat untuk menurunkan Presiden Prabowo, karena dia bukan siapa-siapa. Itu terbukti dari respon yang dikeluarkan oleh Istana yang biasa-biasa saja. Tak ada perhatian sama sekali atas pernyataan Saiful. Publik pun tak terpengaruh atas hal tersebut. Apalagi sekarang pemerintah sedang bekerja keras agar mampu meminimalisir efek negatif dari krisis global akibat perang di Iran sana.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain