Ilustrasi: Warga Iran membawa bendera saat mereka berpartisipasi dalam pawai yang menyatakan kesetiaan kepada pemimpin baru Mojtaba Khamenei, yang membentang dari Lapangan Imam Hussein ke Lapangan Azadi di Teheran, Iran, pada 29 April 2026. ANTARA/Fatemeh Bahram AnadoluAgency/pri.
Ilustrasi: Warga Iran membawa bendera saat mereka berpartisipasi dalam pawai yang menyatakan kesetiaan kepada pemimpin baru Mojtaba Khamenei, yang membentang dari Lapangan Imam Hussein ke Lapangan Azadi di Teheran, Iran, pada 29 April 2026. ANTARA/Fatemeh Bahram AnadoluAgency/pri.

Istanbul, aktual.com – Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Senin (25/5), memerintahkan pemulihan layanan internet ke tingkat sebelum protes meletus di negara itu pada Januari, ungkap laporan Kantor Berita Mehr.

Protes nasional melanda Iran pada akhir Desember 2025 dan meningkat pada awal tahun ini, menyusul depresiasi tajam rial terhadap dolar AS di tengah meningkatnya tekanan ekonomi.

Pihak berwenang Iran memberlakukan pembatasan internet yang luas dan pemadaman sementara di seluruh negeri selama kerusuhan dalam upaya membatasi komunikasi dan penyebaran konten terkait protes.

Para pejabat Iran mengatakan 3.117 orang tewas dalam gelombang demonstrasi tersebut, sementara beberapa organisasi hak asasi manusia memperkirakan jumlah korban tewas mencapai 7.000 orang.

Pihak berwenang Iran telah mengakui ketidakpuasan publik tetapi menuduh Amerika Serikat dan Israel berupaya mengeksploitasi kerusuhan melalui sanksi dan tekanan untuk memicu ketidakstabilan guna membenarkan campur tangan asing dan perubahan rezim.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain