Jakarta, Aktual.com – Inggris tidak akan berpartisipasi dalam blokade Amerika Serikat terhadap Selat Hormuz, menurut laporan media lokal, setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan akan memblokade jalur pelayaran tersebut.
Seorang juru bicara pemerintah mengatakan Inggris tetap mendukung kebebasan navigasi dan tetap terbukanya Selat Hormuz, jalur yang penting bagi ekonomi global dan biaya hidup domestik.
“Selat Hormuz tidak boleh dikenakan pungutan,” kata pejabat tersebut, seperti dikutip Sky News.
Ia menyebut Inggris tengah bekerja secara mendesak dengan Prancis dan mitra lain untuk membangun koalisi guna menjaga kebebasan navigasi.
Blokade Hari Ini
Sebelumnya, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) bersumpah akan memblokade akses semua lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran” mulai Senin pukul 14.00 GMT atau pukul 21.00 WIB.
“Pasukan Komando Pusat AS (CENTCOM) akan mulai menerapkan blokade semua lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran pada 13 April, pukul 10.00 pagi ET (14.00 GMT), sesuai dengan proklamasi Presiden (Donald Trump),” kata komando tersebut dalam sebuah pernyataan.
CENTCOM menegaskan bahwa blokade tersebut akan diberlakukan secara menyeluruh terhadap kapal-kapal dari semua negara yang masuk atau keluar dari pelabuhan dan daerah pesisir Iran, termasuk semua pelabuhan Iran di Teluk Arab dan Teluk Oman.
“Pasukan CENTCOM tidak akan menghalangi kebebasan navigasi bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz dengan rute pelabuhan non-Iran,” demikian pernyataan CENTCOM.
Artikel ini ditulis oleh:
Eroby Jawi Fahmi

















