Arsip foto - Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) pada Jumat (4/10/2024) melaporkan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengatakan negaranya akan menggunakan senjata nuklir jika musuh berupaya menggunakan kekuatan bersenjata yang melanggar kedaulatan Pyongyang. ANTARA/Anadolu/py.
Arsip foto - Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) pada Jumat (4/10/2024) melaporkan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengatakan negaranya akan menggunakan senjata nuklir jika musuh berupaya menggunakan kekuatan bersenjata yang melanggar kedaulatan Pyongyang. ANTARA/Anadolu/py.

Tokyo, aktual.com – Korea Utara mengkritik Jepang karena menyerukan denuklirisasi Pyongyang dalam laporan kebijakan luar negeri tahunan yang dikeluarkan pekan lalu, menyebutnya “anakronistis” dan “provokasi serius” yang melanggar hak kedaulatan, menurut media pemerintah pada Rabu (15/4).

Institut Studi Jepang di bawah Kementerian Luar Negeri Korut mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Selasa bahwa Buku Biru Diplomatik 2026 sepenuhnya mengungkapkan “permusuhan yang mendalam dan niat konfrontatif” Tokyo terhadap Pyongyang, menurut Kantor Berita Pusat Korea (KCNA).

Laporan tersebut menyebutkan kekhawatiran Jepang terhadap program senjata nuklir dan rudal Korut dan mengatakan bahwa program tersebut harus dihentikan sepenuhnya.

Menggambarkan Jepang sebagai “negara bawahan” AS, lembaga itu menyatakan bahwa Tokyo melakukan upaya putus asa untuk menyangkal status Korut sebagai negara pemilik senjata nuklir, menyebutnya sebagai “tindakan kurang ajar dan menggelikan.”

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain