Wali Kota Pangkalpinang Saparudin saat membuka kegiatan Peningkatan Kemahiran Berbahasa Indonesia (PKBI) dan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) bagi guru dan tenaga kependidikan di Hotel Cordela, Selasa (14/4/2026). Aktual/DOK PEMKOT PANGKALPINANG
Wali Kota Pangkalpinang Saparudin saat membuka kegiatan Peningkatan Kemahiran Berbahasa Indonesia (PKBI) dan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) bagi guru dan tenaga kependidikan di Hotel Cordela, Selasa (14/4/2026). Aktual/DOK PEMKOT PANGKALPINANG

Pangkalpinang, aktual.com – Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan memiliki peran penting dalam menyatukan keberagaman bangsa sejak ditetapkan melalui Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928. Hal tersebut disampaikan Wali Kota Pangkalpinang Saparudin saat membuka kegiatan Peningkatan Kemahiran Berbahasa Indonesia (PKBI) dan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) bagi guru dan tenaga kependidikan di Hotel Cordela, Selasa (14/4/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini bertujuan meningkatkan kemampuan berbahasa serta sikap positif terhadap bahasa negara, sekaligus mengukur kompetensi peserta melalui standar uji yang terukur.

“Kegiatan strategis ini bertujuan meningkatkan kemahiran berbahasa Indonesia, sikap positif terhadap bahasa negara, serta mengukur kompetensi peserta melalui uji standar,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa program ini diharapkan mampu memperkuat penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar di lingkungan pendidikan, sekaligus membantu tenaga pendidik dalam mengikuti uji kompetensi secara profesional.

“PKBI berfokus pada pelatihan dan peningkatan kemampuan, sementara UKBI mengukur kemahiran lisan dan tulis, termasuk seksi mendengarkan, merespons kaidah, membaca, menulis, dan berbicara guru, dan tenaga kependidikan di Kota Pangkalpinang, yang bertujuan menyegarkan kembali pengetahuan kebahasaan untuk diterapkan dalam dunia pendidikan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menyebut hasil UKBI kini menjadi salah satu indikator penting dalam berbagai kebutuhan pendidikan dan pengembangan profesi.

“Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan sinergi yang lebih baik antara pendidik dan Kantor Bahasa dalam meningkatkan kualitas penutur bahasa Indonesia,” katanya.

Saparudin juga berharap kegiatan ini dapat memperluas wawasan para guru dalam berbahasa Indonesia yang baik dan benar sehingga dapat ditransfer kepada peserta didik.

“Tuliskan apa yang kamu pikirkan, dan pikirkan apa yang kamu tuliskan. Dengan kemampuan bahasa sudah diperkuat, tentu tulisannya akan semakin bagus. Rajinlah untuk menulis, contohnya saja Buya Hamka terkenal karena tulisannya, kalau dia tidak menulis dan menghasilkan buku mungkin kita semua tidak akan mengenal dirinya,” katanya.

Ia menambahkan bahwa kebiasaan menulis memiliki banyak manfaat, mulai dari meningkatkan keterampilan hingga menjadi sarana ekspresi diri.

“Jadi, dengan rajin menulis kita dapat meningkatkan keterampilan, merapikan pikiran, dan membangun karir, bahkan bisa menjadi terapi emosi. Bangun kebiasaan dengan menetapkan tujuan kecil, jadwal rutin, banyak membaca, dan berani memulai draf pertama tanpa perfeksionisme. Menulis adalah proses berkesinambungan yang mendatangkan manfaat jangka panjang,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain