Jakarta, Aktual.com — Anggota Komisi III DPR RI Habib Aboe Bakar Alhabsyi mengapresiasi langkah cepat Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepulauan Riau dalam mengungkap praktik judi online internasional berkedok lotre Hong Kong di Kota Batam.
Dalam pengungkapan tersebut, aparat kepolisian berhasil menangkap 14 warga negara asing (WNA) dari lima negara berbeda yang diduga terlibat dalam jaringan perjudian online lintas negara.
Habib Aboe menilai keberhasilan tersebut menunjukkan keseriusan Polri dalam memberantas praktik judi online yang semakin meresahkan masyarakat.
“Kita memberikan apresiasi kepada Polda Kepri yang berhasil membongkar praktik judi online internasional ini. Ini menunjukkan bahwa aparat bergerak cepat dan serius dalam menjaga keamanan ruang digital serta melindungi masyarakat dari dampak buruk judi online,” ujar Habib Aboe dalam keterangan tertulis, Sabtu (16/5/2026).
Sebelumnya, Dirreskrimsus Polda Kepri menjelaskan pengungkapan kasus tersebut berawal dari informasi masyarakat yang diterima pada 10 Mei 2026.
Menurut Habib Aboe, hal itu membuktikan pentingnya keterlibatan publik dalam membantu aparat penegak hukum. Ia mendorong masyarakat untuk tidak ragu melaporkan aktivitas mencurigakan, khususnya yang berkaitan dengan judi online dan kejahatan siber.
“Kita ingin masyarakat terus membantu Polri. Informasi dari masyarakat sangat penting dalam membongkar jaringan-jaringan kejahatan seperti ini. Judi online sekarang bergerak sangat cepat, lintas negara, dan memanfaatkan teknologi digital,” ujarnya.
Politisi Fraksi PKS tersebut juga mengingatkan bahwa judi online tidak hanya persoalan hukum, tetapi telah menjadi ancaman sosial yang berdampak luas.
Ia menyebut banyak persoalan sosial berawal dari kecanduan judi online, mulai dari masalah ekonomi keluarga, pinjaman ilegal, hingga meningkatnya kriminalitas.
“Judol ini sangat berbahaya. Banyak keluarga hancur karena judi online. Karena itu pemberantasannya harus menjadi perhatian serius semua pihak, baik aparat penegak hukum maupun masyarakat,” tegasnya.
Habib Aboe juga mendorong agar penegakan hukum tidak berhenti pada pelaku lapangan, tetapi menyasar aktor utama serta aliran dana di balik jaringan tersebut.
“Kita berharap penindakan dilakukan sampai ke akar-akarnya, termasuk membongkar jaringan internasional dan aliran dananya. Ini penting agar efek jera benar-benar terasa,” pungkasnya.
Artikel ini ditulis oleh:
Eka Permadhi
















