Presiden Prabowo Subianto (tengah) didampingi Presiden KSPSI AGN Andi Gani Nena Wea (kiri), dan Presiden KSPI Said Iqbal (kanan) memberikan sambutan dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (1/5/2026). Dalam May Day 2026 para buruh menuntut adanya pengesahan RUU Ketenagakerjaan, penghapusan outsourcing dan penolakan upah murah, hingga kekhawatiran terhadap dampak konflik global yang berpotensi memicu gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK). ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/nz. (ANTARA FOTO/BAYU PRATAMA S)
Presiden Prabowo Subianto (tengah) didampingi Presiden KSPSI AGN Andi Gani Nena Wea (kiri), dan Presiden KSPI Said Iqbal (kanan) memberikan sambutan dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (1/5/2026). Dalam May Day 2026 para buruh menuntut adanya pengesahan RUU Ketenagakerjaan, penghapusan outsourcing dan penolakan upah murah, hingga kekhawatiran terhadap dampak konflik global yang berpotensi memicu gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK). ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/nz. (ANTARA FOTO/BAYU PRATAMA S)

Jakarta, aktual.com – Presiden Prabowo Subianto menyoroti tingginya bunga kredit Program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) milik Permodalan Nasional Madani yang dinilai memberatkan masyarakat kecil dan pelaku usaha mikro.

Prabowo menilai ketimpangan akses pembiayaan antara masyarakat kecil dan pengusaha besar tidak sejalan dengan semangat keadilan sosial dalam Pancasila.

Karena itu, ia memerintahkan agar bunga kredit bagi pelaku usaha mikro diturunkan hingga berada di bawah 10 persen. Menurutnya, kebijakan tersebut akan dijalankan bersama oleh Kementerian Keuangan dan Danantara.

“Tadinya bunganya itu 24%, 22%, saya perintahkan harus turun di bawah 10%. Akhirnya Menteri Keuangan dan Danantara, “Sudah Pak 8%.” Delapan lagi. Mana itu Danantara itu? Ya, pokoknya di bawah,” ujarnya, dikutip Senin (18/5).

Prabowo mengaku tidak bisa menerima kenyataan bahwa pengusaha besar dapat memperoleh bunga pinjaman lebih rendah dibanding masyarakat kecil di desa-desa.

“Nggak benar itu. Kita ubah!” tegasnya.

Ia memastikan pemerintah akan menyediakan akses pembiayaan dengan bunga yang lebih ringan dan terjangkau bagi masyarakat kecil, khususnya pelaku usaha mikro.

Sebelumnya, Prabowo juga sempat mengkritik tingginya bunga kredit PNM Mekaar yang mencapai 24 persen untuk pinjaman sebesar Rp2 juta hingga Rp10 juta.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak mencerminkan prinsip keadilan karena pengusaha besar justru bisa mendapatkan kredit perbankan dengan bunga sekitar 9 hingga 10 persen.

“Berapa Pak Rosan 9%? banyak orang kaya dikasih 9%, orang miskin 24%. Ini negara Pancasila bukan ini? saya gak paham. saya kumpul menteri-menteri. Menteri keuangan dan Danantara saya instruksikan ini keputusan politik, saya ambil bahwa bunga untuk permodalan masyarakat madani kredit keluarga pra sejahtera, dari 24% kita turunkan harus di bawah 10%, harus di bawah 9%,” tegas Prabowo.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga berdialog langsung dengan CEO Danantara Rosan Roeslani terkait target penurunan bunga kredit tersebut.

“Harus di bawah 9%. Danantara bisa?” tanya Prabowo kepada Rosan yang hadir di seremoni tersebut.

CEO Danantara pun menyanggupi 8%. Prabowo pun balik bertanya: “Berapa persen? 8%? Kamu sengaja pilih angka 8, kamu kenapa enggak 7%? Ya udah pokoknya harus di bawah 9%.”

Presiden menegaskan dirinya tidak ingin melihat masyarakat kecil dibebani bunga kredit lebih tinggi dibanding kelompok ekonomi atas. Menurutnya, praktik seperti itu bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila dan amanat UUD 1945.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain