Jakarta, Aktual.comKementerian Pekerjaan Umum bergerak cepat menangani dampak banjir dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, dengan memprioritaskan perbaikan irigasi dan akses jalan yang rusak.

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, mengatakan pemerintah pusat terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mempercepat pemulihan infrastruktur terdampak.

“Irigasi dan jalan yang rusak akibat bencana kemarin penanganannya kini menjadi tanggung jawab bersama, baik pemerintah kabupaten, provinsi, maupun pusat. Terutama karena saat ini sudah memasuki musim tanam, perbaikan irigasi harus diprioritaskan,” ujar Dody di Tanah Datar, Jumat (22/5/2026).

Bencana banjir dipicu hujan berintensitas tinggi yang mencapai 215 mm per hari di wilayah Lintau Buo. Tingginya curah hujan menyebabkan sejumlah sungai di Daerah Aliran Sungai Indragiri meluap, di antaranya Batang Tampo, Batang Piubuh, Batang Kawai, Batang Buo, Batang Selo, Batang Atar, hingga Batang Baburai.

Kondisi tersebut diperparah oleh sedimentasi dan penyempitan alur sungai, sehingga air meluap ke permukiman warga dan merusak berbagai infrastruktur. Bencana hidrometeorologi ini berdampak pada tujuh kecamatan, yakni Lintau Buo, Lintau Buo Utara, Tanjung Emas, Padang Ganting, Salimpaung, Sungai Tarab, dan Tanjung Baru.

Sedikitnya 16 nagari terdampak, dengan kerusakan meliputi 12 ruas jalan rusak berat dan 13 ruas jalan rusak ringan. Selain itu, enam jembatan dilaporkan putus serta jaringan irigasi, dam parit, pompa air, rumah ibadah, dan permukiman warga mengalami kerusakan.

Untuk mendukung penanganan darurat, Balai Wilayah Sungai Sumatera V Padang mengerahkan alat berat berupa excavator, material bronjong, serta memobilisasi pipa HDPE ke sejumlah titik terdampak.

Penanganan saat ini difokuskan pada normalisasi alur sungai, penguatan tebing yang tergerus, serta pemulihan fungsi infrastruktur sumber daya air guna mencegah banjir susulan dan mempercepat pemulihan aktivitas masyarakat, khususnya sektor pertanian.

Kementerian PU juga melakukan inventarisasi kerusakan sebagai dasar penanganan lanjutan bersama pemerintah daerah. Untuk jangka menengah dan panjang, upaya akan diarahkan pada pengendalian sedimentasi, peningkatan kapasitas sungai, serta penguatan infrastruktur pengendali banjir guna meningkatkan ketahanan kawasan terhadap bencana.

Artikel ini ditulis oleh:

Achmat
Eka Permadhi