Ilustrasi

Jakarta, aktual.com – Abu lahab merupakan paman Nabi Muhammad Saw yang sangat terkenal dengan kebenciannya kepada Nabi Muhammad. Karena terlalu bencinya dengan beliau, ia senantiasa merencanakan pembunuhan untuk membunuh beliau.

Karena perbuatan jahatnya tersebut, Allah Swt sampai-sampai menurunkan surat yang khusus hanya membahas tentang diri Abu Lahab beserta istrinya yang dinamakan sebagai surat Al-Lahab berbunyi sebagai berikut:

تَبَّتْ يَدَآ أَبِى لَهَبٍ وَتَبَّ مَآ أَغْنَىٰ عَنْهُ مَالُهُۥ وَمَا كَسَبَ سَيَصْلَىٰ نَارًا ذَاتَ لَهَبٍ وَٱمْرَأَتُهُۥ حَمَّالَةَ ٱلْحَطَبِ فِى جِيدِهَا حَبْلٌ مِّن مَّسَدٍۭ

“Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa. Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak. Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar. Yang di lehernya ada tali dari sabut,” (QS. Al-Lahab: 1-5).

Dari ayat di atas, kita telah mengetahui kedudukan Abu Lahab di neraka. Tapi, dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh imam Bukhari dan Muslim seperti yang dikutip oleh Ibnu Katsir dalam kitab Bidayah wa Nihayahnya bahwa Abu Lahab senantiasa mendapat keringanan siksaan pada setiap hari Senin.

وثُوَيْبَةُ مَوْلَاةٌ لِأَبِي لَهَبٍ ، كَانَ أَبُو لَهَبٍ أَعْتَقَهَا فَأَرْضَعَتْ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، َلَمَّا مَاتَ أَبُو لَهَبٍ أُرِيَهُ بَعْضُ أَهْلِهِ بِشَرِّ حِيبَةٍ – أي بسوء حال -، قَالَ لَهُ : مَاذَا لَقِيتَ ؟ قَالَ أَبُو لَهَبٍ : لَمْ أَلْقَ بَعْدَكُمْ غَيْرَ أَنِّي سُقِيتُ فِي هَذِهِ بِعَتَاقَتِي ثُوَيْبَةَ

Dan Tsuaibah adalah hamba sahaya milik Abu Lahab yang dia merdekakan kemudian menyusui Nabi Muhammad saw. tatkala Abu Lahab telah meninggal sebagian keluarganya melihat dalam mimpi tentang buruknya keadaan dia. Lalu dia berkata, “Apa yang terjadi?” Abu Lahab berkata, “Aku tidak mendapatkan apapun sepeninggal kalian kecuali aku diberi minum karena memerdekakan Tsuaibah.”

Penyebab dapat kompensasinya tersebut karena dia pernah berbahagia saat lahirnya Nabi Muhammad Saw, kebahagiaannya tersebut dibuktikan dengan membebaskan budaknya yang bernama Tsuwaibatul Aslamiyah.

Jika Abu Lahab saja yang sudah dipastikan masuk ke dalam Neraka Jahannam oleh Allah Swt mendapat keringanan dari siksaan-Nya karena bahagia akan lahirnya Nabi Muhammad, bagaimana dengan kita yang memang sudah menjadi Umat Rasulullah Saw, sudah pasti kita akan mendapatkan kecintaan dari Allah Swt serta anugerah-Nya karena telah berbahagia dengan kehadiran Rasulullah Saw di Dunia ini.

Waallahu a’lam

(Rizky Zulkarnain)