Dua orang santri Pondok Pesantren Al Rahman NW, di Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, NTB, menerima bantuan beras dari ACT, Kamis (21/11/2019). (FOTO ANTARA/HO-ACT NTB)
Dua orang santri Pondok Pesantren Al Rahman NW, di Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, NTB, menerima bantuan beras dari ACT, Kamis (21/11/2019). (FOTO ANTARA/HO-ACT NTB)

Mataram, aktual.com – Aksi Cepat Tanggap (ACT) Cabang Nusa Tenggara Barat menyalurkan bantuan beras untuk para santri Pondok Pesantren Al Rahman NW di Medas Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat, yang merupakan lembaga pendidikan terdampak gempa bumi pada 2018.

Kepala Cabang ACT NTB Lalu Muhammad Alfian menyerahkan secara langsung bantuan beras kepada pengurus Pondok Pesantren Al Rahman NW, di Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, Kamis (21/11).

“Bantuan bahan makanan yang kami berikan hari ini merupakan bagian dari program Bantuan Beras Untuk Santri Indonesia (BERISI),” kata Alfian.

Menurut dia, Pondok Pesantren Al Rahman NW masuk kriteria penerima manfaat program BERISI karena para santri yang menuntut ilmu tidak dibebankan biaya pendidikan oleh pengurus pondok pesantren.

Pondok pesantren yang didirikan oleh pasangan suami istri Ustadz Sagirudin, dan Ustadzah Zaenab, mendidik sebanyak 140 orang santri dan santriwati, terdiri atas 55 orang murid madrasah tsanawiyah dan 85 orang madrasah.

“Fasilitas pondok pesantren juga masih tergolong sederhana dan para santri umumnya datang dari keluarga prasejahtera dari berbagai daerah di NTB,” kata Alfian.

Pendiri Pondok Pesantren Al Rahman NW, Ustadz Sagirudin mengatakan pihaknya sebelumnya memungut biaya sebesar Rp50 ribu per bulan dari para santri-santriwati yang menuntut ilmu.

Namun setelah gempa bumi pada 2018, biaya tersebut dihapus karena kondisi ekonomi keluarga murid juga terdampak bencana alam.

“Untuk kebutuhan sandang maupun pangan, saya dan istri yang harus berusaha mencari. Kadang ada dermawan yang mampir memberikan bantuan, bila tidak ada, saya harus berusaha mencari untuk biaya kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Sejak diluncurkan pada 22 Oktober 2019, program BERISI dari ACT telah mendistribusikan hingga 55 ton beras ke berbagai pesantren di Indonesia. Puluhan ton beras diperuntuk

kan pemenuhan pangan santri-santri, khususnya mereka yang belajar di pesantren pedalaman daerah.

Pendistribusian beras menjangkau 22 provinsi yang meliputi 51 kota/kabupaten dengan total 77 pesantren yang telah mendapatkan bantuan beras dari ACT.

Selain di NTB, pendistribusian beras hingga November 2019, juga dilakukan di Sumatera Selatan, Malang, Tegal, Banten dan lain sebagainya. ACT pun terus mengajak masyarakat untuk terlibat dalam kedermawanan untuk santri.

ACT terus mengajak masyarakat dermawan untuk membantu para santri melalui program BERISI di berbagai kalangan. Sahabat Dermawan dapat berdonasi langsung melalui tautan www.indonesiadermawan.id. [Eko Priyanto]

(Zaenal Arifin)