Sejumlah karyawan keluar berhamburan menyelamatkan diri saat terjadi gempa bumi di kawasan SCBD, Jakarta, Selasa (23/1/2018). BMKG menyebut gempa yang menggoyang Jakarta berpusat di Lebak Banten dengan besar 6,4 Magnitudo. Gempat tersebut tidak berpotensi tsunami. Gempa terjadi pada pukul 13.34.50, Selasa (23/1/2018), tidak hanya dirasakan di Jakarta, tetapi juga sekitar Banten, Tangerang, dan Bekasi. AKTUAL/Eko S Hilman

Jakarta, Aktual.com – Anggota Komisi V DPR RI Sadarestuwati mengatakan, warga Jakarta harus bersiap menghadapi kemungkinan terjadinya gempa bumi yang bisa berdampak kerusakan.

“Sejarahnya dulu Jakarta pernah dilanda gempa besar yang merusak karena itu warga Jakarta tidak boleh tenang-tenang saja,” kata Sadarestuwati di Jakarta, Rabu (28/2).

Hal itu disampaikan pada diskusi bertema Gempa Bumi Megathrust Magnitudo 8,7 Siapkah Jakarta? yang digelar Ikatan Alumni Meteorologi dan Geofisika.

Jakarta sudah mengalami gempa merusak sebanyak empat kali pada 1699, 1757, 1880, dan 1834. Diperkirakan juga akan terjadi gempa megathrust yang dapat berdampak merusak ibukota.

“Saya minta seluruh kepala daerah baik provinsi, kabupaten kota saya minta semua harus mempersiapkan diri khususnya untuk tanggap darurat mitigasi bencana karena hampir seluruh wilayah kita terdampak bencana,” katanya.

Menurut dia, kesiapsiagaan dan mitigasi bencana perlu dimasukkan dalam kurikulum sehingga anak-anak tahu tentang penanganan bencana sejak dini.

Kemudian ada sosialisasi yang dibantu daerah karena anggaran BMKG sangat kecil sementara perlu menyediakan data yang akurat dan tepat.

“Peralatan BMKG tolong dibantu untuk dirawat, juga peran masyarakat sangat penting tolong peralatan itu jangan sampai dirusak oleh tangan jahil yang usil karena ini semua manfaat untuk masyarakat,” tambah dia.

Selain itu, menurut dia, gedung-gedung tinggi yang dibangun di Jakarta perlu disesuaikan dengan standar tahan gempa.

ANT