Jakarta, Aktual.co — Pengacara senior Indonesia, Adnan Buyung Nasution sebut kepemimpinan Abraham Samad (AS) di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menjadikan lembaga tersebut melenceng dari hakekat pendiriannya.
Dia menilai, jika dibandingkan dengan masa Taufiqurrahman Ruki bahkan Tumpak Hatorangan Panggabean menjadi pimpinan KPK, keputusan-keputusan AS secara tidak langsung menunjukkan telah melemahnya semangat independensi dan integritas lembaga antirasuah.
“Sejak KPK berdiri, hanya angkatan pertama dan saya sendiri pendirinya termasuk Ruki, Tumpak yang paling baik. Iya dalam arti menjaga tegaknya hukum,” ujar Adnan di gedung KPK, Jumat (6/3).
Dan keputusan pimpinan KPK jilid III yang paling mencengangkan menurut Adnan adalah ketika mereka menetapkan Komjen Pol Budi Gunawan (BG). Dia mengatakan, keputusan tersebut sebagai bukti jika KPK sekarang sudah disusupi kepentingan politik.
“Saya tidak bisa paham sampai sekarang. Saya 20 tahun jadi jaksa, kalau saya sudah menyelidik dan menyidik orang tersebut (BG), saya tidak tunggu sepuluh tahun sampai lima tahun baru dinyatakan tersangka,” sesal Adnan di gedung KPK, Jumat (6/3).
“Dan kenapa BG ini, begitu diangkat calon Kapolri tiba-tiba KPK memotong, iya dengan menetapkan tersangka. Padahal dalam sidang praperadilan ketauan belum ada penyelidikan, belum ada penyidikan dan belum pernah dipanggil. Dan ini perlu dipahami masyarakat,” pungkasnya.
Artikel ini ditulis oleh:
Nebby

















