Jakarta, AKtual.com – Pentingnya peran sumber daya manusia (SDM) dalam suatu organisasi mesti didukung pula oleh organisasi yang sehat dan kuat.

Tidak terkecuali, dalam ruang lingkup perguruan tinggi yang perlu dikelola secara profesional sehingga melahirkan nilai dan kepercayaan bagi publik, diperlukan orang-orang yang memiliki kompetensi mumpuni.

Dalam kasus pemilihan rektor (Pilrek) Universitas Padjadjaran (Unpad) periode 2019-2024 yang hingga kini masih tertunda, setidaknya ada empat hal yang dirumuskan dalam rapat pleno Majelis Wali Amanat (MWA), beberapa waktu lalu, yang diketuai Rudiantara.

Pertama, proses pilrek Unpad terus berjalan melanjutkan dari 3 calon yang telah ditetapkan MWA. Kedua, berkenaan dengan perbaikan tata kelola dalam penyelenggaraan Pilrek, seluruh pemangku kepentingan Unpad, mulai masyarakat, regulator, Senat Akademik, dosen, tenaga kependidikan, alumni dan lainnya, diberi kesempatan untuk menyampaikan masukan dan/atau pengaduan terhadap ketiga Calon Rektor (calrek).

“Ketiga, MWA sepakat membuat sistem dan proses pengaduan (whistle blowing system) untuk hal-hal yang berkaitan dengan MWA, khususnya terkait pilrek. Hal ini sejalan dengan rekomendasi yang diberikan Ombudsman Republik Indonesia (ORI) tentang penanganan dan pengaduan,” kata Anggota MWA UNPAD Siti Karlinah dalam keterangan tertulisnya, Rabu (27/2).

“Keempat, setelah menampung dan menindaklanjuti masukan/pengaduan, jika tidak ada perubahan atas calrek, maka Pilrek Unpad 2019-2024 dijadwalkan dilakukan pada pertengahan Februari 2019,” tambahnya.

(Abdul Hamid)