Jakarta, Aktual.com – Ribuan massa aksi Gerakan Kedaulatan Rakyat (GKR) yang menggelar aksi unjuk rasa didepan kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di jalan MH. Thamrin, Jakarta Pusat, nyaris bentrok dengan aparat kepolisian yang bertugas mengawal jalannya aksi, Selasa, 21/5/2019.

Bentrokan yang nyaris terjadi dipicu oleh provokasi oknum tidak dikenal dengan melakukan pelemparan botol air mineral ke arah barisan aparat kepolisian. Beruntung bentrokan tersebut dapat diredam oleh sejumlah massa aksi yang sadar adanya upaya untuk membenturkan massa aksi dengan aparat kepolisian.

Untuk mengantisipasi bentrokan kembali terjadi, koordinator massa aksi memberikan imbauan kepada seluruh demonstran yang didominasi oleh kaum ’emak-emak’ untuk mundur dengan tertib. Inisiatif itupun disambut baik oleh aparat kepolisian.

Melalui pengeras suara polisi mengucapkan terimakasih kepada seluruh koordinator dan massa aksi yang sudah melakukan aksi dengan tertib dan tidak mudah tersulut dengan upaya provokasi dari oknum yang tidak bertanggung jawab.

Seperti diketahui, ribuan massa GKR berkumpul untuk menyampaikan aspirasinya terkait dengan hasil rekapitulasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang dinilai cacat secara prosedural dan cendurung mengabaikan segala persoalan yang terjadi dalam proses penyelenggaraan pesta demokrasi. Massa aksi mendesak Bawaslu untuk segera mengambil tindakan terhadap segala temuan kecurangan-kecurangan yang terjadi selama proses pemilu berlangsung, baik sebelum hingga sesudah proses penghitungan suara.

Selain itu, massa aksi juga mendesak kepada Bawaslu untuk mendiskualifikasi pasangan Capres 01, Joko Widodo – Ma’ruf Amin karena dinilai telah melakukan kecurangan yang terstruktur, sistematis dan masif. Massa aksi juga menegaskan akan terus melakukan aksi unjuk rasa hingga keadilan benar-benar ditegakkan.

 

Berikut cuplikannya:

Laporan: Warnoto