Jakarta, Aktual.com – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akui rendahnya serapan anggaran di APBD DKI 2015.

Tapi dia sesumbar serapan APBD DKI bakal berubah saat APBD- Perubahan nanti. “APBD-P 2015 pasti maksimal,” ujar dia, di Balai Kota, Senin (3/8).

Ketimbang menjelaskan secara gamblang penyebab rendahnya serapan anggaran di APBD 2015, Ahok justru malah menjelaskan tentang revisi anggaran yang bakal dilakukan di APBD-P 2015.

Kata dia, ada harga satuan di APBD 2015 yang tidak disusun dengan benar. Dia mencontohkan, rencana renovasi Gelanggang Olah Raga (GOR).

“Kenapa bisa lelang sebuah GOR sampai Rp48 miliar. Saya hitung-hitung paling cuma Rp35 miliar. Terus kalau desain ulang lagi yang lebih sederhana cuma Rp25 miliar, artinya dulu ( di APBD 2015) ada kecenderungan sengaja mahalin,” kata Ahok.

Dia pun minta warga Jakarta bersabar menunggu proses perubahan APBD 2015. Alasannya, untuk maksimalkan serapan anggaran. “Nanti APBD 2016 juga dengan e-musrembang yang benar harga satuan yang benar dengan sistem rancang bangun kita akan kebut habis,” klaimnya.

Awal Juli lalu, Kementerian Dalam Negeri menyebut Provinsi DKI Jakarta dan Provinsi Riau menjadi dua terendah serapan anggarannya di 2015.

“DKI dan Riau memang perlu perhatian karena penyerapannya kecil dari alokasi APBD yang besar,”kata Mendagri Tjahjo Kumolo, (9/7) lalu.

Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri Reydonnyzar Moenek juga menyebut serapan APBD DKI 2015 baru sekitar 19 persen saja. Dan itu pun sebagian besar serapannya habis untuk belanja pegawai saja. “Kalau dibedah ini belanja terbesarnya belanja pegawai saja. Di antaranya tunjangan kerja daerah,”ujar dia.

Disarankannya, Pemprov DKI segera genjot belanja produktif untuk meningkatkan ekonomi daerah. “Kami berharap ini diperbesar untuk belanja publik, belanja modal maupun barang dan jasa, karena belanja modal lah yang paling signifikan meningkatkan pertumbuhan daerah,” kata dia.

()