Jakarta, Aktual.co —Sebanyak 31 pemimpin negara diperkirakan hadir di pertemuan penting “The 7th Summit of the Americas” di Panama, Kuba pada 10-11 April esok.
The Summits of the Americas adalah rangkaian pertemuan antara pemimpin-pemimpin negara Amerika Utara, Amerika Selatan, Amerika Tengah dan Karibia. Pertemuan yang berdiri sejak 1990 lalu ini didorong langsung oleh Amerika Serikat.
Di pertemuan penting ke 7 kali ini, Presiden AS, Meksiko, Argentina, Kuba dan Venezuela diperkirakan akan hadir. Meski kaukus 11 negara yang tergabung dalam ALBA yang dipimpin oleh Venezuela dikabarkan memboikot pertemuan itu akibat executive order yang dikeluarkan AS ke Venezulea beberapa saat lalu.
Beberapa persoalan penting akan dibicarakan di forum ini. Salah satu hal penting yang akan dibicarakan adalah soal hubungan Kuba dan AS setelah sekitar 50 tahun bersitegang.
Namun, ada kontroversial lain yang akan dibawa oleh beberapa negara partisipan yakni mendorong agar AS menutup beberapa pangkalan militernya di Amerika Latin.
“That is something that belongs in the Cold War. This is growing global economy and we have to leave aside all remnants of the past, especially unilateral politics. The bases are no longer relevant and should go,” kata mantan Presiden Kolumbia Ernesto Samper (6/7)
Menurut Samper yang saat ini menjabat sebagai Secretary-General for the Union of South American Nations (UNASUR), bukan kali ini beberapa pemimpin negara di Amerika Latin meminta hal itu.
Perlu diketahui, ada beberapa pangkalan militer AS di Amerika Latin, termasuk di Kuba (Guantanamo Bay), Brasil, Puerto Rico, dan Honduras (Soto Cano).
Soal executive order pemerintah Obama ke Venezulea tampaknya akan menjadi bahasan panas juga di pertemuan ini. Sebelumnya, beberapa negara di Amerika Latin (termasuk Kuba) mempertanyakan sikap AS tersebut.
“No country has the right to judge another and impose sanctions or punishments unilaterally and on their own,” tambah Samper.
Dikabarkan, mantan presiden Fidel Castro tak akan menghadiri acara itu meski Raul Castro telah menyetujui pertemuan itu diselenggarakan di Panama dalam konteks dan tema besar “Inter-American Democracy”.
Artikel ini ditulis oleh:















