Jakarta, aktual.com – Rencana pembangunan terminal Liquified Natural Gas (LNG) di Terminal Teluk Lamong, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, akan menggarap tiga fase pembangunan.

Rencana pembangunan fasilitas gas tersebut bekerjasama antara PT Pelindo III selaku pengelola Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, dengan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), melalui anak perusahaannya yakni PT PGN LNG Indonesia (PLI).

Direktur Utama PGN Gigih Prakoso, mengatakan pembangunan terminal tersebut akan menjalani tiga fase pembangunan.

Pada fase pertama, pembangunan akan fokus kepada fasilitas regasifikasi di kawasan lepas pantai dan menggunakan storage sementara, dengan utilisasi kapal LNG ukuran sedang yang sesuai ukuran jetty (dermaga) eksisting di Terminal Teluk Lamong.

“Perpipaan dari jetty menuju onshore regasification unit akan sangat efisien karena bisa ditempatkan di atas pilecap conveyor yang sudah ada untuk melayani bongkar curah kering di Terminal Teluk Lamong. Sedangkan luasan area yang disiapkan Pelindo III untuk fasilitas regasifikasi mencapai 2,5 hektare, sehingga sangat memadai,” kata Gigih dalam siaran persnya di Jakarta, Jumat (28/6).

Fase kedua yaitu pembangunan terminal pengisian LNG skala kecil (Iso Tank 20 feet – 40 feet container) untuk distribusi LNG di luar sistem pipa PGN dan ship to truck LNG bunkering.

“Fase paling akhir mencakup pembangunan tangki LNG permanen. Dimulai dengan dengan ukuran 50.000 cbm, sebagai pengganti floating storage untuk memenuhi kebutuhan suplai gas sistem pipa PGN di Jawa Timur. Fasilitas tersebut dapat ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan sampai dengan 180 MMSCFD,” katanya.

Untuk pengoperasian penuh pada 2023, dan dapat berkembang untuk pemenuhan semua kebutuhan gas di Jawa Timur sebesar 600 MMSCFD dalam jangka panjang.

(Zaenal Arifin)