Jakarta, Aktual.com — Analis pasar modal memproyeksikan jumlah perusahaan yang akan mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui mekanisme penawaran umum perdana saham (IPO) pada 2016 lebih marak dibandingkan tahun 2015.

“Kebutuhan perusahaan mendapatkan dana ekspansi pada 2016 ini diperkirakan meningkat seiring dengan aktivitas ekonomi domestik yang akan bergeliat membutuhkan kondisi ekonomi tahun 2016 ini yang diprediksi lebih baik dibandingkan 2015,” ujar Kepala Riset NH Korindo Securities, Reza Priyambada di Jakarta, Kamis (10/3).

Pada periode Januari hingga Desember 2015, terdapat 16 emiten baru yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada periode itu, terdapat dua perusahaan yang kembali mencatatkan sahamnya (relisting) di BEI. Pada tahun ini, BEI menargetkan 35 perusahaan melakukan IPO.

Menurut Reza Priyambada, pasar modal akan menjadi opsi yang menarik selain dari perbankan untuk meraih pendanaan bagi perusahaan untuk melakukan ekspansi. Kondisi pasar saham yang relatif stabil sejak awal tahun ini akan menjadi pertimbangan bagi perusahaan untuk melepas sebagian sahamnya ke publik.

Ia mengatakan stabilitas nilai tukar rupiah yang terjaga terhadap dolar AS, laju inflasi Indonesia dalam tren rendah, potensi penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate), realisasi belanja fiskal pemerintah pada 2016 ini yang diproyeksikan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya, serta target pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi akan menjadi faktor pendukung bagi kinerja pasar modal.

“Sentimen dari dalam negeri cukup bagus, sementara sentimen eksternal memang cenderung masih bervariasi seperti melambatnya ekonomi Tiongkok, belum stabilnya harga minyak mentah, serta belum adanya kepastian kenaikan suku bunga AS (Fed fund rate) akan mempengaruhi kinerja pasar modal domestik,” katanya.

Baru tiga emiten Sementara itu, analis Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya menambahkan sepanjang tahun 2016 ini, baru terdapat tiga emiten yang resmi mencatatkan sahamnya di BEI, yakni PT Bank Artos Indonesia Tbk, PT Mitra Pemuda Tbk, dan PT Mahaka Radio Integra Tbk.

“Diperkirakan, IPO akan marak pada akhir semester I tahun ini, pada kuartal I ini perusahaan cenderung ‘wait and see’ seraya mencari ‘timing’ yang sesuai untuk mencatatkan saham di BEI,” katanya.

Ia mengharapkan bahwa bertambahnya jumlah emiten di BEI dapat menambah pilihan pemodal untuk berinvestasi saham. Namun, perusahaan yang merencanakan IPO diharapkan memiliki prospek usaha yang bagus, agar investor terarik untuk mentransaksikan sahamnya.

“Investor cenderung lebih tertarik berinvestasi pada perusahaan yang memiliki pertumbuhan kinerja keuangan dan rekam jejak yang baik,” katanya.

(Arbie Marwan)