Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, menjalani operasi terpadu setelah tim medis menemukan gangguan serius pada mata kanannya. Tindakan ini dilakukan sebagai upaya mempertahankan fungsi organ vital tersebut di tengah proses pemulihan pasca-serangan.
Berdasarkan keterangan resmi Humas Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, pemeriksaan terbaru menunjukkan kondisi kekurangan aliran darah pada bagian bawah mata kanan. Kondisi itu mencakup sekitar 40 persen area dan memicu penipisan jaringan di sekitarnya.
“Tim medis menemukan adanya kondisi iskemia (kekurangan aliran darah) kembali pada area bawah (inferior) sklera mata kanan sekitar 40%, yang menyebabkan penipisan jaringan di sekitarnya. Berdasarkan evaluasi tersebut, diputuskan untuk melakukan tindakan lanjutan guna menjaga kondisi jaringan dan mendukung proses penyembuhan,” demikian dikutip dari siaran pers, Kamis (26/3/2026).
Operasi kemudian dilakukan dengan pendekatan multidisiplin. Tim dokter memindahkan jaringan dari bagian dalam mata untuk menutup area yang terbuka, memasang membran amnion, serta mengembalikan lensa pelindung. Langkah ini ditujukan untuk memperbaiki permukaan bola mata sekaligus menjaga keberlangsungan proses pemulihan jaringan yang terdampak.
Tidak hanya itu, evaluasi lanjutan juga menemukan penipisan jaringan kornea pada bagian atas hingga sisi luar mata kanan. Kondisi tersebut dipicu oleh proses inflamasi yang masih berlangsung. Untuk mengatasinya, tim medis kembali menempelkan membran amnion tambahan dan melakukan penjahitan sementara pada kelopak mata kanan guna melindungi permukaan mata.
Penanganan juga dilakukan dari sisi bedah plastik. Dokter melakukan debridement atau pembuangan jaringan mati lanjutan, disertai tindakan cangkok kulit pada area mata, dada, dan pundak. Prosedur ini menjadi bagian penting dalam mempercepat pemulihan luka bakar akibat cairan korosif.
Tim medis menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah menjaga keutuhan bola mata kanan serta mengendalikan peradangan agar tidak berkembang lebih jauh. “Fokus utama penanganan adalah mempertahankan integritas bola mata kanan serta mengendalikan proses inflamasi agar tidak berkembang lebih lanjut,” tulis pihak rumah sakit.
Hingga kini, kondisi Andrie Yunus masih berada dalam pemantauan ketat. Perawatan dilakukan secara menyeluruh oleh tim medis multidisiplin, dengan pendekatan berkelanjutan untuk memastikan proses pemulihan berjalan optimal.
Artikel ini ditulis oleh:
Andry Haryanto

















