Jakarta,Aktual.com – Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin mengatakan, Indonesia berharap Kudeta Myanmar dapat terselesaikan dengan cara baik-baik. Sebab, Myanmar merupakan negara sahabat, bagian dari ASEAN.

“Myanmar sendiri masuk pada bagian ASEAN, sebagai negara sahabat tentunya saling mengingatkan melalui KBRI untuk menyelesaikan secara baik-baik,” kata TB dalam wawancaranya, Selasa (2/2).

Menurut dia, bukan tidak mungkin konstelasi politik dan keamanan di Myanmar akan berpengaruh terhadap keamanan dan juga Ekonomi di negara ASEAN. Terlebih jika keadaan tersebut berlarut selama satu tahun.

“Hal ini sekaligus mengingatkan karena kudeta ini akan berpengaruh terhadap keamanan dan juga Ekonomi dui negara ASEAN, apalagi akan terjadi setahun,” imbuh Hasanuddin.

Tidak lupa, Hasanudin mengingatkan agar masyarakat Indonesia yang ada di Myanmar untuk tetap mengikuti aturan yang ada selama kudeta.

“Pertama Indonesia telah mengambil sikap yang begitu bagus sebagai negara sahabat untuk meminta agar mempermaslahan dengan cara baik tanpa adanya gencatan senjata, dan yang kedua ikuti saja semua aturan yang ada di Myanmar,” jelasnya.

Sementara hingga sampai saat ini di sejumlah daerah di Myanmar masih susah dalam akses internet.

“Bahkan di beberapa daerah masih ditutup pada akses internet, akhirnya mereka semua mendapatkan hambatan akses internet dan itu pernah di sampaiakan oleh HAM PBB,” Jelasnya kembali.

“Memang sudah lebih dari 40 tahun tentara disana itu memang bercekol dengan sistem kemiliteran dan tentara Myanmar itu sudah terlatih untuk membuka tutup pasar atau sebagainya, mungkin memang akan terjadi RAS dalam satu dua hari seltelah itu dapat dikuasai namun hal ini buat disitu  tetapi masalahnya demokrasi ini,” pungkasnya.(RRI)

(Warto'i)