Kendaraan bermotor melaju di Jembatan Suramadu, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (4/2). Pemerintah memutuskan tarif jalan Jembatan Suramadu turun sebesar 50 persen dari tarif sebelumnya, hal tersebut bertujuan untuk membantu lalu lintas barang dan orang di Pulau Jawa dan Madura. ANTARA FOTO/Didik Suhartono/kye/16

Surabaya, Aktual.com – Jembatan Suramadu sisi Surabaya diberlakukan penyekatan. Penyekatan itu dianggap untuk membantu posko di Bangkalan yang bertujuan untuk saling menjaga wilayah agar aman dari Covid-19.

Untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19. Pemkot Surabaya terus bekerja keras membantu Pemerintah Kabupaten Bangkalan, salah satu dengan mendirikan posko perbantuan Bangkalan, di kaki Jembatan Suramadu sisi Surabaya.

“Sebenarnya titik penyekatan di Surabaya ini bukan penyekatan Surabaya, tapi Madura. Kami membantu di sini,” kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Sabtu (19/6).

Hal ini sebagaimana surat permohonan bantuan tenaga kesehatan yang diajukan Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron kepada Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi.

Surat bernomor 440/098/433.208/2021 tersebut, berdasarkan hasil rapat koordinasi bersama penanggulangan Covid-19 yang dipimpin Gubernur Jawa Timur bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Jawa Timur.

“Kami ingin menunjukkan bahwa saya dan Pak Bupati tidak ada bedanya. Kami ini sama-sama ingin menghentikan laju Covid-19 dan menjaga di masing-masing wilayah dengan kerja sama,” ujarnya.

Oleh karena itu, setiap kendaraan pelat M yang akan melintas di posko penyekatan Surabaya dapat jalan terus. Sebab, sebelumnya kendaraan pelat M telah dilakukan screening di Posko Bangkalan, Madura.
Demikian sebaliknya, untuk kendaraan selain plat M dari arah Bangkalan, akan dihentikan di Posko Surabaya untuk dilakukan pemeriksaan.

“Sehingga kami yang di sisi Surabaya menuju Madura, siapapun yang akan masuk Madura saya bantu tes usap. Supaya yang masuk ke Madura itu aman, tidak ada yang terpapar Covid-19. Sedangkan sebaliknya, kendaraan (plat M) yang menuju Surabaya itu (screening dilakukan) Bupati Bangkalan,” ujarnya.

Sementara, Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron sebelumnya menyampaikan terima kasih kepada Pemkot Surabaya, atas bantuan nakes dan personel pengamanan, baik di posko sisi Bangkalan maupun Surabaya.

“Kami selaku Pemkab Bangkalan dan juga mewakili masyarakat Bangkalan menyampaikan terima kasih atas kinerja teman-teman nakes dan juga tim pengamanan di penyekatan baik di sisi Madura atau Surabaya,” kata Bupati.

Oleh karena itu, ia mengimbau kepada masyarakat agar tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan. Apalagi saat ini telah disediakan tes usap di masing-masing kecamatan yang ada di Kabupaten Bangkalan.

Harapannya, kata dia, pengendara yang akan melintas dari Bangkalan ke Surabaya, sudah memiliki keterangan sehat, sehingga tidak perlu lagi antre di posko penyekatan.

(Nusantara Network)