Ilustrasi Pedagang Mengemas MInyak Goreng

Jakarta, Aktual.com — Anggota Komisi IV DPR RI, Rina Saadah, mendesak pemerintah segera mengusut tuntas dugaan praktik mafia pangan yang disebut menjadi penyebab lonjakan harga minyak goreng di Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Rina menanggapi keterangan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, yang menyebut tata kelola minyak goreng sulit dikendalikan akibat ulah mafia pangan.

“Jika memang benar kenaikan harga minyak goreng disebabkan oleh mafia pangan, maka hal ini tidak boleh dibiarkan. Pemerintah harus segera membongkar dalang di baliknya,” ujar Rina dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Rina menegaskan, minyak goreng merupakan kebutuhan pokok yang digunakan luas oleh rumah tangga, pelaku usaha kecil, hingga industri makanan. Karena itu, kenaikan harga komoditas tersebut dinilai berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat.

Politisi PKB ini menyebut kelompok masyarakat kecil seperti ibu rumah tangga, pedagang gorengan, dan pelaku UMKM menjadi pihak paling terdampak akibat kenaikan harga yang tidak terkendali.

Menurut Rina, praktik mafia pangan juga berpotensi merusak sistem distribusi nasional melalui penimbunan, manipulasi pasokan, dan permainan harga yang dapat memicu kelangkaan buatan di pasar.

“Jika terus dibiarkan, kondisi ini tidak hanya berdampak pada minyak goreng, tetapi juga dapat mengancam stabilitas pangan nasional dan memicu inflasi,” katanya.

Rina pun meminta pemerintah memperkuat pengawasan rantai distribusi serta memastikan ketersediaan pasokan minyak goreng dengan harga terjangkau.

Ia menekankan bahwa penegakan hukum harus dilakukan secara tegas tanpa kompromi terhadap pihak mana pun yang terbukti terlibat.

“Proses hukum harus ditegakkan agar ada efek jera dan kepercayaan publik terhadap pemerintah tetap terjaga,” ujar Rina.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi