Jakarta, Aktual.com – Pidato Presiden Prabowo Subianto mengenai Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) mendapat respons positif dari pimpinan DPR.
Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa menilai arah kebijakan yang disampaikan Presiden menunjukkan optimisme pemerintah terhadap kondisi ekonomi nasional pada tahun mendatang.
Menurut Saan, paparan Presiden dalam penyampaian KEM-PPKF menggambarkan semangat patriotisme dan keberpihakan terhadap amanat Pasal 33 UUD 1945 dalam pembangunan ekonomi nasional. Ia juga melihat adanya keyakinan pemerintah terhadap prospek ekonomi Indonesia ke depan.
“Ya, apa yang disampaikan oleh Presiden ya terkait dengan soal kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal, itu yang pertama tentu menggambarkan semangat heroisme, patriotisme dengan mengacu kepada Pasal 33,” kata Saan, di DPR, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Ia mengatakan penyampaian langsung KEM-PPKF oleh Presiden menjadi bentuk keseriusan pemerintah dalam menyiapkan fondasi ekonomi tahun depan. Menurutnya, berbagai indikator yang dipaparkan menunjukkan peluang perbaikan ekonomi yang cukup besar.
“Ini sebagai sebuah kesungguhan pemerintah dalam hal ini Presiden tentang untuk membangun perekonomian kita tahun depan yang menurut saya jauh lebih baik lagi,” ujarnya.
Saan juga menilai kerangka ekonomi makro yang dipaparkan Presiden memberikan sinyal positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional pada 2025.
Ia juga meyakini sejumlah indikator ekonomi akan mengalami peningkatan signifikan dibanding kondisi saat ini.
“Dari kerangka ekonomi makro yang tadi disampaikan, itu menggambarkan terkait dengan optimisme tahun yang akan datang ekonomi kita di 2025. Saya yakin akan mengalami perbaikan dan peningkatan yang signifikan dari semua indikator tadi yang disampaikan oleh Presiden,” ucapnya.
Menanggapi pertanyaan mengenai nilai tukar rupiah, Saan mengatakan optimisme pemerintah juga tercermin dari keyakinan terhadap penguatan mata uang nasional. Ia menilai fluktuasi Rupiah dan pasar saham yang terjadi saat ini masih dalam kondisi wajar.
“Saya yakin ya bahwa hari ini ada fluktuasi terkait dengan Rupiah maupun saham, itu menurut saya hal yang biasa saja, hal yang wajar,” katanya.
Ia menambahkan pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi untuk menjaga stabilitas ekonomi, termasuk menjaga nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan stabilitas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
“Tapi saya yakin pemerintah sudah mengantisipasi, sudah menyiapkan langkah-langkah untuk mencegah penurunan baik Rupiah terhadap Dolar maupun juga indeks saham gabungan,” ujar Saan.
Pidato Presiden Prabowo terkait KEM-PPKF disampaikan di tengah perhatian publik terhadap kondisi ekonomi global yang masih dibayangi ketidakpastian.
Tekanan terhadap nilai tukar sejumlah mata uang di kawasan Asia, dinamika suku bunga global, hingga pergerakan pasar saham internasional turut memengaruhi sentimen pasar domestik dalam beberapa waktu terakhir.
Pemerintah melalui penyusunan KEM-PPKF sendiri tengah menyiapkan arah kebijakan ekonomi dan fiskal sebagai dasar penyusunan RAPBN tahun 2027.
Dokumen tersebut memuat asumsi dasar ekonomi makro, proyeksi pertumbuhan ekonomi, inflasi, nilai tukar rupiah, tingkat kemiskinan, hingga strategi fiskal pemerintah untuk menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Laporan: Achmat
Artikel ini ditulis oleh:
Eroby Jawi Fahmi

















