Jakarta, aktual.com – 

Anwar Ibrahim mengatakan dia tidak pernah menawarkan dirinya untuk menjadi anggota Kabinet dan akan mengambil alih jabatan perdana menteri ketika waktunya tepat.

Port Dickson mengatakan ini sebagai tanggapan atas pernyataan Perdana Menteri Mahathir Mohamad bahwa saat ini “tidak ada lowongan” di kabinet.

Perdana menteri yang sedang menunggu mengatakan tidak ada masalah sama sekali apakah dia ingin menjadi anggota kabinet, karena dia terikat pada perjanjian yang ditandatangani di dalam Pakatan Harapan mengenai rencana suksesi.

“Terima kasih, saya tidak pernah menawarkan diri untuk menjadi anggota Kabinet,” kata Anwar setelah memimpin rapat di Parlemen, seperti dikutip dari Keuangan.co di Jakarta, Sabtu (31/8).

“Saya tidak pernah mengusulkan atau berencana untuk bergabung dengan Kabinet karena konsensus yang ditandatangani di dalam Pakatan adalah bahwa Mahathir akan menjadi Perdana Menteri dan Wan Azizah Wan Ismail akan menjadi wakilnya sampai giliran saya untuk menjadi Perdana Menteri,” tambahnya menegaskan.

Pada hari Kamis (29/8), Mahathir mengatakan pemerintah tidak memiliki rencana untuk menteri baru dalam susunan kabinet saat ini.

“Saat ini, tidak ada menteri yang ingin mengundurkan diri. Jika seseorang mengundurkan diri, dan ada lowongan, maka kami akan mengisinya,” katanya pada konferensi pers setelah memimpin pertemuan dewan tertinggi Malaysia Partai Pribumi Bersatu Malaysia di Putrajaya.

Sementara itu, Menteri Perumahan dan Pemerintah Daerah Zuraida Kamaruddin mengatakan dalam sebuah wawancara  bahwa hanya nasib yang akan memutuskan apakah Anwar akan menjadi perdana menteri berikutnya.

Dalam hal lain, Anwar menanggapi dan mengatakan bahwa nasib memiliki andil dalam semua hal, termasuk kehidupan, kematian, perkawinan dan pelayanan perdana.

(Zaenal Arifin)